Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sudah mendapat kabar soal tingginya konsentrasi zat timbal (Pb) di sekitar danau Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tim akan segera diterjunkan ke lokasi itu untuk mengetahui lebih detil permasalahannya.
"Kita sudah mendapat informasi itu, segera saya kirimkan tim ke lokasi," kata Siti saat dihubungi, Sabtu (6/6/2015).
Siti sendiri belum mau berbicara banyak soal temuan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) soal fakta ada konsentrasi zat timbal (Pb) yang tinggi di danau wisata tersebut. Namun pelestarian danau, tidak hanya di Lido, akan juga mendapat perhatian serius dari kementeriannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Para peneliti dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Tyas Dita Pramesthy, Yusli Wardiatno dan Majariana Krisanti menguji tingkat pencemaran logam berat di Danau Lido pada tahun 2014 lalu.
Tujuan awal penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh logam berat terhadap kecacatan morfologi dari larva chironomid, yaitu larva sejenis serangga yang bentuk tubuh dewasanya mirip nyamuk tetapi tidak menggigit. Larva tersebut kerap jadi makanan ikan.
Penelitian diawali dengan pengukuran kandungan Pb dan Hg di dalam perairan. Ada dua bagian danau yang diukur kandungan logam beratnya, yaitu di area dekat sawah (inlet danau) dan di area karamba jaring apung/KJA (outlet danau). Hasilnya sebagai berikut:
"Kandungan merkuri (Hg) di kedua area tersebut di bawah 0,002 mg/L (baku mutu 0,00r mgL). Sebaliknya timbal (Pb) untuk area sawah 0,190 mg/L dan area KJA 0,083 mg/L," kata Maja, salah seorang peneliti saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (6/6/2015).
Angka itu masuk dalam kategori tinggi dan membahayakan. Sebab level Pb dalam baku mutu peruntukan kelas III di PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah 0,03 mg/L.
Dari hasil ini tim peneliti menyimpulkan bahwa Danau Lido telah mengalami pencemaran logam timbal (Pb). Pencemaran tersebut menyebabkan terjadinya respons morfologi pada larva Tanypodinae yaitu berupa deformitas ligula.
(mok/mad)











































