"Pengetahuan Sukarno lahir di Blitar diproduksi oleh negara," ujar Peter Kasenda dalam diskusi 'Bung Karno Lahir Dimana?: Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah' yang digelar oleh Populi Center dan Smart FM Network di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015). Hadir juga pengamat militer Salim Said, politisi PDIP Hamid Basyaib dan Ketua Populi Center Nico Harjanto.
Sebagai contoh banyaknya literatur pendidikan yang masih diproduksi yang menyebut Sukarno lahir di Blitar. Selian itu pencitraan gambar-gambar Sukarno di Blitar seakan semakin memperkuat informasi yang salah itu.
"Karena foto-foto Sukarno di Blitar memberikan kesan bahwa dia lahir di sana," kata Peter.
"Silsilah keluarga Sukarno berasal dari Tulung Agung dan pindah ke Blitar tahun 1917," tambahnya.
Selain itu, ada upaya rekonstruksi sejarah soal kelahiran Sukarno. Sebelum tahun 1965, masyarakat masih mengetahui bahwa Sukarno lahir di Surabaya, tetapi selepas tahun 1965 menjadi hilang.
"Ini sifatnya politis bukan sekedar kesalahan manusia," kata Peter.
(fiq/mok)











































