Kadar timbal (Pb) di danau Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, cukup tinggi. Efeknya sudah terbukti pada larva chironomid dan tidak menutup kemungkinan bisa terakumulasi juga di tubuh ikan sampai manusia. Bagaimana solusinya?
Dr Majariana Krisanti sebagai salah seorang peneliti mengatakan, timbal yang tinggi di danau Lido telah menimbulkan kecacatan morfologi terhadap larva chironomid, yaitu larva sejenis serangga yang bentuk tubuh dewasanya mirip nyamuk tetapi tidak menggigit. Meski belum ada penelitian lanjutan terhadap ikan dan manusia, namun dia mengimbau agar masyarakat sekitar berhati-hati.
Untuk mengurangi kadar timbal di Danau Lido, ada berbagai cara. Namun menurut Maja, yang paling mudah adalah dengan tidak membuang sampah ke danau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Maja juga menyarankan agar mengurangi konsumsi bahan bakar untuk kapal atau di sekitar danau yang menggunakan Pb. Salah satunya Pertamax, bahan bakar minyak tanpa timbal.
Secara alamiah, ada juga sejumlah tanaman air yang bisa menyerap logam berat. Namun harus ada kelanjutan berupa pemanfaatan tumbuhan air tersebut yang aman.
"Jelas bukan untuk konsumsi manusia. Bisa dipilih tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk kerajinan tangan jadi logam berat," terangnya.
Bagaimana dengan eceng gondok? Menurut Maja, tanaman tersebut ada potensi menjadi gulma air. Karena itu, harus dipastikan tidak merajalela di perairan.
"Ini (kadar timbal) sudah membahayakan. Bukti yang paling kuat dari kecacatan biota di penelitian kami," tegasnya.
Dalam penelitian yang digelar pada bulan Mei- Juni 2014, disimpulkan ada kandungan timbal (Pb) untuk area sawah 0,190 mg/L dan area keramba jaring apung sebesar 0,083 mg/L. Sementara batas aman baku mutu peruntukan kelas III dalam PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah 0,03 mg/L.
(mad/faj)










































