Angeline hilang dari rumah Ibu angkatnya yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu 16 Mei 2015. Sang kakak angkat, Ivon mengungkapkan ciri-ciri adiknya saat menghilang mengenakan baju daster panjang warna biru, sandal warna kuning, rambut di kucir dan badan kurus. Ivon berharap Angeline segera ditemukan.
Aparat Polda Bali juga terus berupaya menyingkap hilangnya Angeline. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan mulai dari ibu angkatnya yang berusia 60 tahun, tetangga, wali murid di sekolah dan teman-teman Angeline. Polisi juga telah menemukan orang tua asli Angeline dan meminta keterangan mereka.
Hilangnya Angeline menyedot perhatian Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang diketuai Arist Merdeka Sirait. Setelah berkunjung ke rumah dan sekolah Angeline, Komnas PA menduga Angeline hilang gara-gara KDRT hingga surat wasiat.
Heboh hilangnya Angeline juga menyedot perhatian Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi. Ia meminta aparat Polda Bali segera menemukan Angeline. Menteri Yuddy mengusulkan agar para pecalang ikut dilibatkan dalam pencarian.
Tidak hanya itu, Menteri Yuddy bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah Angeline. Namun sayang, ia diusir oleh satpam dan hanya diperbolehkan masuk ke sekitar rumah Angeline yang tidak terawat selama 10 menit saja.
Jejak-jejak Angeline hingga kini belum terlacak. Pencarian terus dilakukan. Di mana kau Angeline?
Berikut 4 kisah para pencari Angeline:
1. Menteri Yuddy
|
|
"Bukan berarti Polrestabes tidak mampu. Ini karena beritanya sudah bukan nasional namun dunia. Tanpa kita berpretensi menuduh pelakunya, ada kasus apa," tuturnya.
Ia mengusulkan agar Polda Bali juga melibatkan pecalang dalam pencarian itu. "Yang utama, cari dan temukan anak ini. Ini kan prestasi buat Polda Bali juga. Kepolisian di Bali. Kerjasamalah dengan para pecalang-pecalang," ujar Yuddy dalam pertemuan dengan Direskrimum Polda Bali Kombes Bambang Yogaswara di Polda Bali, Jumat (5/6/2015).
Yuddy berempati pada kasus hilangnya Angeline. Dia berharap Angeline dalam keadaan selamat.
Menteri Yuddy bahkan menyempatkan diri ke rumah Angeline. Satpam saat hendak masuk ke rumah Angeline, bocah yang hilang dari rumahnya. Menanggapi pengusiran itu, Yuddy sempat menyebut bahwa dirinya menteri, namun satpam itu bergeming.
Yuddy datang ke rumah Angeline, di Jl Sanur, Bali, Jumat (5/6/2015), sebelum salat Jumat. Kepada satpam rumah itu, Yuddy menyampaikan maksud kedatangannya. "Saya mau lihat rumahnya Angeline. Kok bisa hilang sih dari rumahnya sendiri?" kata Yuddy ke rumah satpam.
Belum sempat menjawab pertanyaan Yuddy, satpam itu menerima telepon yang diduga dari pemilik rumah. "Maaf nggak boleh masuk ke pekarangan rumah. Ibunya bilang seperti itu. Maaf Bapak keluar saja (pekarangan). Lebih baik wawancaranya di luar rumah," kata satpam itu
"Loh Anda tidak tahu saya siapa? Mana sini teleponnya," tutur Yuddy.
"Sudah dimatiin Pak," jawab satpam itu.
"Saya menteri loh. Masa tidak dibukakan pintu. Saya ke sini cuma mau lihat lokasi rumah," kata Yuddy.
Mendengar ucapan Yuddy, satpam tersebut hanya terdiam. Satpam membiarkan Yuddy melihat-lihat rumah sekitar 10 menit. Terdengar suara gonggongan anjing dari rumah yang besar dan terlihat tidak terawat itu. Setelah itu Yuddy ke masjid Polda Bali untuk salat Jumat, dia gagal masuk.
2. Polisi
|
|
Bambang menduga, Angeline berada di orangtua kandungnya. Angeline hilang dari rumah ibu angkatnya yang berusia 60 tahun.
"Asumsi kami di orangtua kandung. Memang di sana tidak ada informasi apapun. Sekarang kita fokus di Denpasar lagi. Ibu angkat umurnya 60 tahun. Kita berupaya terus agar segera ditemukan," ucap Bambang.
Polisi terus menyelidiki dan memeriksa para saksi termasuk mencari keberadaan orang tua kandung Angeline. "Dia itu anak angkat, diadopsi waktu berumur 3 hari. Ada surat-surat angkatnya," Kapolsek Denpasar Timur Kompol Gede Redastra kepada detikcom, Selasa (19/5/2015).
Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi seperti keluarga, tetangga, wali murid di sekolah dan teman-teman Angeline. Polisi juga akan mencari di mana orang tua asli Angeline. "Ada orang tua aslinya di Bali, masih kita cari," ucap Gede.
Di rumah Sanur, Angeline tinggal bersama dengan ibu angkat dan satu orang pembantu laki-laki yang bertugas untuk membersihkan rumah dan mengurus kandang ayam. Di rumah itu memang banyak kandang ayam, Angeline juga ikut memberi pakan ayam.
"Dia bilang anak itu sering melamun. Anaknya (Angeline) baru tahu kalau dia anak angkat tapi nggak tahu siapa yang bilang," ucap Gede.
"Dulu waktu dia masih diasuh dan belum sekolah anak itu periang. Si pengasuhnya sudah lama nggak kerja, dia ditelepon lagi diminta kembali ke sana dan ketemu sama anak itu 6 bulan yang lalu, anaknya sudah berubah, sekarang ditanya diam saja," ta"Dia bilang anak itu sering melamun. Anaknya (Angeline) baru tahu kalau dia anak angkat tapi nggak tahu siapa yang bilang," ucap Gede.
"Dulu waktu dia masih diasuh dan belum sekolah anak itu periang. Si pengasuhnya sudah lama nggak kerja, dia ditelepon lagi diminta kembali ke sana dan ketemu sama anak itu 6 bulan yang lalu, anaknya sudah berubah, sekarang ditanya diam saja," tambah Gede.
Dari keterangan para saksi polisi belum menemukan titik terang apakah Angeline pergi sendiri atau ada orang lain yang membawanya. "Masih terus diselidiki," ujarnya.
"Pembantunya sudah kita periksa tapi belum ada titik terang," katanya.
Ibu angkat Angeline memiliki dua anak, satu bernama Ivon dan satu lagi tinggal di Amerika. Berdasarkan keterangan dari mantan pengasuh Angeline memang ada perubahan sikap yang ditunjukkan bocah cantik itu. Pengasuh yang sudah tidak bekerja di rumah Sanur mengatakan Angeline lebih terlihat murung dari sebelumnya.
3. Komnas PA
|
|
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan ada sejumlah dugaan yang menjadi penyebab Angeline hilang dari rumah. Dugaan itu muncul setelah Komnas PA mendapat informasi dari pegawai yang bekerja di rumah Angeline, wali kelas dan para tetangga.
"Kami menyimpulkan ada sejumlah dugaan anak itu hilang, pertama soal kekerasan yang dialaminya di lingkungan keluarga," ucap Arist kepada detikcom, Kamis (4/6/2015).
Dugaan kekerasan itu berdasarkan keterangan dari pegawai di rumah Angeline yang bernama Agustinus. Agustinus bertugas untuk membersihkan rumah dan memberi makan ayam serta hewan-hewan di rumah itu.
Agustinus mengatakan belakang ini Angeline sering murung dan pada siang hari sebelum hilang Sabtu (16/5/2015), dia melihat Angeline sedang menangis dan bibirnya berdarah. Selain itu berdasarkan keterangan dari para tetangga Angeline disebut sering dimarahi dengan suara keras oleh ibunya.
Arist dan Tim Komnas PA datang ke rumah Angeline ditemani oleh pihak kepolisian pada Minggu (24/5). Di sana dia bertemu dengan ibu angkat Angeline, Arist lalu minta ditunjukan di mana tempat Angeline tidur.
"Tempat Angeline tinggal itu saya pikir tidak layak. Waktu saya ke rumahnya itu bau sekali banyak kandang ayam, kucing dan anjing," kata Arist. Sebelum ke sekolah Angeline harus memberikan makan ayam-ayam itu.
Selain di rumah hal aneh lainnya yang ditemukan Arist adalah saat dia berkunjung ke sekolah dan bertemu dengan wali kelas Angeline. Pihak sekolah mengatakan Angeline sering mengantuk di kelas dan kalau datang ke sekolah dalam kondisi kumel dan bau.
4. Kakak Ivon
|
|
"Sampai sekarang belum ada update apa-apa," kata kakak Angeline, Ivon, saat dihubungi detikcom, Senin (18/5/2015).
Ivon mengatakan adiknya Sabtu sore sekitar pukul 15.00 Wita bermain di depan rumah sementara ibunya berada di dalam rumah. Setengah jam kemudian ibu korban mencari ke depan rumah namun Angeline tak ada.
Menurut Ivon, hilangnya Angeline bukan karena masalah keluarga. Dia menduga Angeline dibawa seseorang yang tidak dikenal.
"Kalau masalah keluarga nggak ada," ucap Ivon.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Denpasar Timur. Keluarga juga sudah membuat fanpage di Facebook "Find Angeline" sehari setelah korban hilang.
"Kami sudah lapor polisi dan juga minta tolong dengan kerabat dan semua orang-orang yang kita kenal. Menyebar poster di media sosial dan komunitas di Bali," katanya.
Ciri-ciri Angeline saat menghilang mengenakan baju daster panjang warna biru, sandal warna kuning, rambut di kucir dan badan kurus. Ivon berharap adiknya bisa segera ditemukan.
"Kami terus berusaha dan berpikir positif dan berharap adik saya bisa kembali," harapnya.
Jika ada yang melihat Angeline bisa hubungi nomor 082145200190 atau 082237799263.
Halaman 2 dari 5











































