Mencegah kisruh politik, Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat harus memainkan perannya. Djarot harus dapat menjembatani komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Terlebih, Djarot satu partai dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.
"Saya mendorong kelegowoan kedua belah pihak. Gubernur dan DPRD menahan diri nggak bicara ke media tapi menjalin komunikasi melalui Wagub. Kan (dengan Ketua DPRD) sama-sama satu partai, masa ngobrol nggak bisa," ujar pengamat Tata Kota Nirwono Yoga, saat berbincang, Jumat (5/6/2015).
"Posisi wagub sangat menentukan karena fungsinya wagub dan ketua DPRD yang sama-sama satu partai secara psikologis harusnya tidak ada ganjalan untuk wagub menjembatani," sambungnya.
Nirwono khawatir apabila 'perang' Ahok dan DPRD DKI terus dibiarkan, maka konsentrasi DPRD dan Pemprov untuk bekerja terganggu dengan urusan politik yang belum jelas tujuannya. Diyakini pula bawahan Ahok bakal terganggu bila HMP terus digulirkan.
"Kalau tidak berhasil (memperbaiki komunikasi politik), dua tahun tersisa penuh manuver dan semua program DKI diganggu DPRD. Pasti akan dicari celah sekecil apapun. Komunikasi politik ini perlu dibenahi, kalau tidak ke bawahannya nggak bisa kerja loh. Bagaimana bawahannya bisa bekerja dengan nyaman kalau DPRD cari kesalahan mereka terus di lapangan. Akibatnya, lagi-lagi pembangunan nggak beres," kata Nirwono.
Dia menganggap, bulan Ramadan bisa dimanfaatkan agar seteru politik DPRD-Ahok bisa terselesaikan. Memang hubungan kedua belah pihak menurut Nirwono harusnya berjalan baik dan sama-sama fokus bekerja.
"Tugas paling kuat bagaimana dia (Djarot) bisa membangun komununikasi politik dan koordinasi dengan DPRD. Secara psikologis enak karena bisa jadi penengah antara dengan ketua DPRD karena itu akan membantu sekali seluruh persoalan. Justru ini momentum paling bagus wagub komunikasi dengan DPRD. Kalau politiknya bagus, puasa ini bisa jadi momen baik sehingga pas Idul Fitri gubernur dan DPRD rujuk," terang dia.
"Kalau nggak begitu omong kosong pembangunan Jakarta karena ini bukan persoalan pembangunan tapi komunikasi politik saja. Itu yang harus diperbaiki Pak Ahok. Masalah pembangunan Jakarta sudah lebih maju dibanding kota lain, kenapa tidak ada kemajuan berarti karena keributan semacam itu dengan DPRD," kata Nirwono.
(aws/fdn)











































