"Harus ada investigasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jika musibah ini merupakan musibah murni kita harus sampaikan ke dunia. Tapi kalau ada kesalahan regulator dan operator, maka negara harus bertindak cepat," kata Fahri Hamzah, Jumat (5/6/2015) malam.
Politikus PKS ini mengaku heran dengan kejadian terbakarnya bagian mesin kapal. "Apalagi karena jatuhnya korban warga negara asing maka ini akan sangat mempengaruhi citra transportasi Indonesia secara keseluruhan," sebutnya.
Kapal cepat Wahana Gili Ocean 4 yang membawa 129 penumpang mengalami korsleting pada bagian mesin saat menuju Padangbai. Kapal langsung ditarik ke Senggi menggunakan kapal bantuan.
Laporan terjadinya kerusakan mesin diterima Tim SAR Mataram sekitar pukul 14.20 WITa dari Syahbandar Senggigi. "Pukul 15.40 WITa sudah sampai di Senggigi," ujar petugas SAR Mataram Teguh Priyono.
Penumpang yang kebanyakan wisatawan asing menurut Teguh tidak dievakuasi ke kapal lain. "Tetap berada di kapal itu saat ditarik oleh kapal lain Wahana 3," sambungnya. "Semua penumpang selamat," imbuh Teguh.
Sedangkan pihak Pemprov NTB menyebut terjadi ledakan di kapal yang diduga dipicu oleh adanya rangkaian selang BBM pecah.
"Pukul 16.00 WITA terjadi ledakan yang diperkirakan adanya rangkaian selang BBM pecah, sehingga terjadi ledakan dan mengakibatkan beberapa orang korban luka," ujar Kepala Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia terpisah.
Ada 25 orang yang mengalami luka ringan dan sempat mendapat perawatan medis di RS.
(fdn/fdn)











































