Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo menjelaskan, peristiwa pencurian kabel tembaga ini terjadi sekitar Jumat (5/6/2015) dini hari. Pelaku pencuri kabel sebanyak 5 orang, satu di antaranya inisial IM (29) yang tewas tertembak.
"Pelaku mengalami luka tembak di bagian bahu. Pelaku merupakan warga Kecamatan Maredan, Kab Siak," kata Guntur kepada wartawan.
Peristiwa ini bermula, tim Brimob yang menjaga keamanan mengetahui adanya lima orang tengah mencuri kabel di komplek perusahaan Migas terbesar di Indonesia itu.
Ketika petugas akan menangkapnya, justru para pencuri ini melakukan perlawanan.
Β "Mereka melawan dengan cara sepeda motornya dilepas ke arah petugas. Komplotan ini malah sempat bergelut kepada petugas yang jatuh akibat sepeda motor yang ditabrakan tadi. Mereka berusaha merampas senjata namun tidak berhasil," kata Guntur.
Selanjutnya, kata Guntur, petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Namun komplotan pencuri kabel ini tidak mengindahkan. Para pelaku malah melarikan diri menyeberang ke sungai dan lari ke semak belukar.
"Saat itulah anggota kita menembak salah satu pelaku yang mengenai bahunya. Pelaku yang tewas inisial IM ditemukan jasadnya setelah tim menyusuri sungai. Penembakan ni sudah sesuai dengan prosedur," kata Guntur.
Dalam kasus ini, lanjutnya, satu orang berhasil diringkus inisial RD. Sedangkan tiga lainnya berhasil kabur. Tiga orang yang kabur kini ditetapkan DPO dengan inisial SM, Er dan GI. Barang bukti yang ditemukan kabel tembaga seberat 50 kg dalam karung plastik.
Menurut Guntur, komplotan ini sudah biasa melakukan pencurian kabel di sejumlah kawasan Chevron. Pada Selasa (2/6/2015) sebelumnya komplotan ini sudah berhasil mencuri travo milik Chevron. Namun saat itu mereka berhasil kabur.
"Namun pagi dini hari tadi, mereka mencoba kembali melakukan aksi yang sama melakukan pencurian kabel. Kita juga sudah menemui pihak keluarganya untuk menjelaskan persoalan ini," tutup Guntur.
(cha/fdn)











































