Pansel Ingin Media Aktif Ajak Orang Baik Mendaftar Capim KPK

Pansel Ingin Media Aktif Ajak Orang Baik Mendaftar Capim KPK

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2015 00:23 WIB
Pansel Ingin Media Aktif Ajak Orang Baik Mendaftar Capim KPK
Jakarta - Pansel KPK telah berdialog dengan pemimpin redaksi sejumlah media massa dan membahas berbagai hal. Dialog tersebut berlangsung selama dua jam setelah sebelumnya pansel memaparkan visi kerja.

"Tadi kami membicarakan ada lima poin. Pertama adalah kriteria, kedua bagaimana cara 'jemput bola', kemudian verivikasi yang efektif sehingga yang terpilih benar-benar baik, lalu menciptakan iklim kondusif sehingga semua mau ikut membantu, dan kelima adalah gimana agar kita bisa komunikasi dengan baik dengan DPR sehingga hasilnya terbaik," papar Jubir Pansel KPK Betti Alisjahbana usai acara di Kantor Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Mengenai kriteria, Betti menyebut tak ada perbedaan prinsip dengan apa yang telah disusun pansel sebelumnya. Namun para pemred meminta agar pimpinan KPK nantinya dapat berkoordinasi dengan penegak hukum yang lain.

Kemudian untuk proses jemput bola, muncul ide agar dibentuk tim focus group discussion di berbagai daerah. Pimpinan redaksi media itu juga sepakat membentuk tim di daerah-daerah yang berbasis media lokal.

Dalam proses verifikasi kemudian, pansel diminta melibatkan Badan Intelejen Negara (BIN). Alasannya adalah lembaga tersebut sudah memiliki basis data untuk melacak rekam jejak para calon pimpinan KPK.

"Di samping itu kita juga sudah berencana melibatkan Kejaksaan dan Polri untuk bantu verifikasi," imbuh Betti.

Lalu untuk menciptakan iklim kondusif maka pansel diminta transparan dalam mengumumkan siapa saja yang lolos seleksi administratif. Juga dalam proses seleksi pun harus diketahui oleh publik.

"Kami nanti akan berikan informasi kepada media dan media akan publikasikan secara lengkap serta objektif," ujar Betti.

Poin yang terakhir adalah membangun sinergi dengan DPR. Pansel meminta masukan kepada para pemred supaya dapat menyamakan visi dengan legislatif.

"Kami ingin agar DPR punya visi yang sama dengan kami bahwa lima pimpinan KPK itu harus saling melengkapi. Jadi bukan hanya aspek hukum saja, melainkan juga yang lainnya. Sehingga le depan KPK betul-betul kuat di segala bidang untuk memberantas korupsi," tutur Betti.

Dialog tersebut berlangsung secara tertutup, namun hasilnya tetap disampaikan secara utuh kepada media. Satu hal yang penting dalam dialog itu adalah ajakan kepada media untuk membantu mencari figur yang tepat menduduki jabatan pimpinan KPK.

"Kami ajak media untuk ikut membuat orang-orang baik daftar menjadi calon pimpinan KPK. Sehingga ke depan KPK betul-betul diisi orang-orang baik untuk KPK yang lebih baik," kata Betti.

(bpn/fdn)


Berita Terkait