Soal Katering Haji, Kemenag: Awas Buncis Lagi

Soal Katering Haji, Kemenag: Awas Buncis Lagi

Gagah Wijoseno - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 21:35 WIB
Soal Katering Haji, Kemenag: Awas Buncis Lagi
(Gagah/detikcom)
Jakarta - Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) boleh saja turun, tapi Kementerian Agama (Kemenag) tetap berusaha meningkatkan pelayanan di Tanah Suci. Salah satunya dengan menyediakan makan siang bagi jamaah haji di Makkah.

"Baru tahun ini di Makkah ada makan siang," tutur Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Abdul Djamil di hadapan para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2015).

Makan siang ini nantinya diberikan kepada jamaah selama 15 hari. Abdul Djamil mengatakan keputusan ini diambil karena jamaah akan banyak menghabiskan waktunya di Makkah.

"Makkah berbeda dengan Madinah. Jamaah terpencar-pencar. Perlu pengawasan khusus," lanjutnya.

Abdul Djamil juga meminta petugas PPIH mengawasi katering yang dibagian ke jamaah. Sebab katering mendapat perhatian khusus dari Kemenag, selain masalah pemondokan dan transportasi.

"Perlu dikawal dalam hal kecepatan waktu dan kesesuaian menu dengan kontrak," kata dia sambil mewanti-wanti jangan sampai ada yang tidak mendapatkan haknya.

Abdul Djamil sempat berkelakar soal menu yang disajikan pihak penyedia katering. Tak lain soal eksistensi buncis di menu katering jamaah haji Indonesia.

"Awas menu yang monoton. Buncis lagi, buncis lagi," tuturnya sambil tersenyum.

Abdul Djamil mengatakan pihaknya sudah menu komplain pihak katering. Namun dia sadar untuk menyediakan makanan bagi 155.200 mulut bukanlah hal yang mudah.

"Sampai ada rumor yang kelakuannya tidak berubah walau sudah haji itu diamankan haji buncis. Karena tiap hari makan buncis" kata Abdul Djamil yang disambut tawa petugas PPIH.

(gah/aws)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads