Sejak Desember 2014, Kodam Jaya memang sudah menurunkan prajurit-prajuritnya untuk membersihkan Kali Ciliwung dari sampah. Kodam Jaya membatu pemerintah daerah agar Ciliwung tak lagi menjadi penyebab banjir.
Kodam Jaya sendiri telah menjalin kerjasama dengan pemerintah. Pada tahap awal, program dimulai dari pembersihan sampah, pengerukan lumpur, padat karya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan Ciliwung, pembuatan jaring apung dan dermaga besi 2 tingkat, serta jembatan. Tahap awal ditargetkan selesai tahun ini.
Bukan hanya itu, Pangdam Jaya sendiri punya harapan lebih tinggi. Agus ingin agar Ciliwung bisa menjadi ikon Jakarta dengan segala fasilitas menunjang sehingga bisa menjadi tempat wisata hingga sebagai sarana transportasi.
"Ciliwung menjadi ikon Ibukota Jakarta dan bisa jadi sarana transportasi air, juga tempat wisata. Selama ini hampir tidak ada yang peduli dengan sungai Ciliwung. Sebenernya agak berat karena musuhnya masyarakat yang bandel, kalau masyarakat disiplin akan mudah," tutur Agus.
Hal tersebut dikatakannya dalam acara peresmian Media Center Kodam Jaya, Cawang, Jaktim, Jumat (5/6/2015). Tahap lanjutan perbaikan Ciliwung, kata Agus, ia ingin di sekitar sungai bisa menjadi arena jogging.
"Nanti dibuat jogging track, mungkin di situ ada Starbucks atau kerak telor, kan makanan khas Betawi. Akan kita wujudkan seperti itu. Kalau memungkinan di sekitar jembatan Jeling dekat Roxy, akan ada air mancur. Kita sedang panggil ahlinya, katanya bisa. Mungkin juga bisa untuk arum jeram," kata Agus.
Jika dulu PDAM menjadikan Ciliwung sebagai sumber air, kini PDAM mengandalkan Kali Citarum. Sayangnya Citarum kini juga sudah mulai terkontaminasi. Agus pun berharap, air Ciliwung bisa kembali bersih sehingga bermanfaat bagi banyak orang.
Pola sosialisasi disiplin masyarakat akan dilakukan Kodam Jaya dengan cara persuasi. Untuk sanksi kepada masyarakat yang bandel, Agus berjanji akan ikut mendampingi pemerintah dengan cara mengingatkan pelanggar secara baik-baik.
"Semoga (air) Ciliwung bisa digunakan lagi. Kita juga akan lakukan penanaman pohon kayak beringin, pohon salam, pohon yang dari Pangkalan Bun ada itu, banyak jadi sarang burung. Jadi Ciliwung nggak cuma hijau tapi ada burung-burung. Tapi nggak boleh ditangkapi. Nanti ditembak atau diketapeli lagi, harus ada Perda-nya nanti," tutur mantan Danjen Kopassus itu.
Program jangka panjang, Kodam Jaya ingin menggandeng pihak-pihak hulu Sungai Ciliwung yakni daerah Jawa Barat. Pasalnya, banyak sampah juga datang dari wilayah hulu menuju hilir di Jakarta.
"Konsep ke depan kita libatkan hulu. Nanti lewat Gubernur dan Presiden, akan diteruskan ke pemerintah di wilayah Jabar. Saya lewat KSAD agar disampaikan ke Pangdam III/Siliwangi. Tapi kita akan tunjukkan dulu, kita punya rapor hijau, nggak merah lagi. Instruksinya langsung dari atas biar mempermudah," jelas Agus.
Perbaikan Kali Ciliwung memang bukan perkara gampang dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Meski begitu, Pangdam Jaya tetap optimis, apalagi 800 prajurit Kodam Jaya sudah diperintahkannya untuk bergerak membantu pemerintah mengatasi permasalahan Ciliwung. Bahkan hingga turun sampai ke Korem, Kodim dan Koramil.
"Kita juga ingin coba bangun TPST (tempat pembuangan sampah terpadu), di sana nanti lengkap dengan alat-alat. Semula ada di tahun ini, tapi kita geser tahun 2016. Kebetulan sedang ada normalisasi Ciliwung juga, jadi kita belum tahu mau dibangun di mana. Kalau sudah selesai baru kita tentukan tempatnya," imbuhnya.
"Jadi untuk awal tindakan preventif agar masyarakat disiplin dan punya budaya tida buang sampah sembarangan. Siapapun Pangdamnya setelah saya nanti, semoga program Ciliwung ini berkelanjutan," kata Agus.
(ear/fdn)










































