Sandera Italia Minta Pasukan Ditarik, Pemerintahnya Menolak
Jumat, 18 Feb 2005 16:57 WIB
Jakarta - Pemerintah Italia ternyata memilih untuk tidak mengabulkan permohonan seorang warga negaranya yang sedang disandera kelompok bersenjata di Irak. Padahal sandera itu, Giuliana Sgrena, tengah terancam jiwanya.Mengabaikan permohonan Sgrena, wartawan gaek yang diculik dan ditawan di Irak, Senat Italia memutuskan untuk memperpanjang keberadaan pasukan Italia di Irak.Dalam voting Senat, 141 senator mendukung perpanjangan penempatan pasukan Italia di Irak. Sementara 112 anggota menolak perpanjangan. Demikian seperti diberitakan Aljazeera, Jumat (18/2/2005).Sebelumnya dalam sebuah rekaman video, Sgrena dengan emosional memohon pemerintah Italia untuk menarik mundur pasukan dari Italia. Perempuan berusia 56 tahun itu juga meminta pasukan asing lainnya untuk meninggalkan Irak. Dengan penuh tangis, Sgrena mengatakan bahwa hanya dengan cara itu nyawanya bisa tertolong. "Kalian harus mengakhiri okupasi, itu satu-satunya cara kita bisa keluar dari situasi ini," tukas Sgrena dalam rekaman yang dirilis Rabu (16/2/2005) lalu. "Saya mohon pemerintah Italia, rakyat Italia berjuang melawan okupasi ini," ujar reporter itu sambil menangis. "Kalian harus berbuat semampu kalian untuk menghentikan okupasi. Saya bergantung pada kalian, kalian bisa membantu saya," imbuhnya.Namun pemerintah Italia menolak permohonan Sgrena yang disampaikan dengan putus asa itu. "Jelas bahwa para 'teroris' ingin mempengaruhi politik Italia," tegas Roberto Calderoli, Menteri Reformasi Administrasi Italia.
(ita/)











































