Kekurangan Murid dan Guru, 60 SD di Wonogiri Ditutup
Jumat, 18 Feb 2005 16:57 WIB
Solo - Sebanyak 60 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Wonogiri telah ditutup selama tiga tahun terakhir. Beberapa faktor yang melatarbelakanginya adalah kerusakan gedung, kekurangan guru, maupun kekurangan murid dikarenakan banyak warga setempat yang memilih merantau ke kota.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Bambang Eko mengatakan sejak tahun 2003 hingga awal tahun 2005, dari 840 SD yang ada di daerah tersebut, 60 di antaranya telah ditutup atau digabungkan dengan SD yang berdekatan.Adapun alasan penutupan atau penggabungan tersebut, menurut Bambang, di antaranya adalah karena beberapa gedung SD tersebut telah mengalami kerusakan parah, kekurangan tenaga pengajar dan ada pula yang mengalami kekurangan jumlah murid."Banyak warga di daerah kami yang memilih hidup merantau ke kota. Disamping itu faktor program KB juga mempengaruhi jumlah kelahiran. Faktor kekurangan guru juga mempengaruhi kebijakan tersebut. Bahkan hingga saat ini kami masih kekuragan sekitar seribu guru SD," ujarnya di Wonogiri, Jumat (18/2/2005).Untuk menyelesaikan kekurangan tenaga pengajar itu, lanjut Bambang, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan tambahan guru SD. Usulan tersebut telah direalisasikan baik melalui seleksi pegawai negeri sipil (PNS) maupun melalui mekanisme guru bantu dan tenaga honorer."Tetapi belum juga mencukupi kekurangan yang ada. Bahkan ada SD Negeri di daerah kami yang seluruh gurunya adalah tenaga guru bantu dan honorer. Hanya kepala sekolahnya saja yang berstatus PNS," lanjutnya.
(nrl/)











































