Demikian mengemuka dalam pertemuan antara Menko Kemaritiman RI Indroyono Soesilo dengan Dirjen FAO Dr. Jose Graziano da Silva saat kunjungan kerja ke markas badan pangan dan pertanian dunia itu di Roma, Italia (3 Juni 2015).
Dirjen FAO mengakui jumlah WNI profesional yang bekerja di FAO saat ini masih jauh dari terwakili.
"Kondisi ini sangat disayangkan. Oleh karena itu Dirjen FAO mengundang para WNI profesional untuk berlomba-lomba mengisi berbagai jabatan manajemen yang ditawarkan FAO," ujar Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk FAO August Parengkuan dalam keterangan pers seusai pertemuan.
Menurut Dubes, pemerintah Indonesia tetap akan mengupayakan agar putra-putri terbaik Indonesia dapat berkiprah secara profesional di berbagai organisasi internasional terutama di badan pangan dan pertanian dunia FAO.
Secara terpisah, Minister Counsellor Multilateral Tazwin Hanif mengatakan bahwa minimnya WNI profesional yang mengisi berbagai jabatan strategis di FAO sudah berlangsung cukup lama.
Sepeninggal Indroyono Soesilo (kini Menko Kemaritiman RI) yang pada tahun 2012-2014 menduduki jabatan strategis di FAO sebagai Direktur, hampir tidak pernah ada lagi WNI profesional yang memegang jabatan manajemen yang bersifat strategis di FAO.
"Salah satu kendala yang dihadapi adalah sangat sedikitnya WNI profesional yang memiliki pengalaman kerja di organisasi internasional," terang Tazwin.
Lanjut Tazwin, peluang berkarier di organisasi internasional terutama FAO tidak hanya terbuka di markas FAO di Roma semata.
Jabatan manajemen di kantor regional FAO di Bangkok pun terbuka bagi para WNI profesional yang siap dan ingin menjajaki karier bekerja di sebuah organisasi internasional.
"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma siap untuk memfasilitasi hal ini," pungkas Tazwin.
(es/es)











































