Ajakan disampaikan Menko Kemaritiman RI Indroyono Soesilo kepada Dirjen FAO Dr. Jose Graziano da Silva saat kunjungan kerja ke markas badan pangan dan pertanian dunia itu di Roma, Italia (3 Juni 2015).
"Mengajak FAO bekerjasama dengan Indonesia dan Global Environment Facility untuk pengelolaan sumber daya perikanan kawasan pesisir, konservasi hutan bakau dan lahan gambut di Indonesia," ujar Menko dalam keterangan pers melalui Minister Counsellor Nindarsari Utomo seusai pertemuan.
Selama pertemuan juga dibicarakan beberapa hal terkait dengan kebijakan kemaritiman Indonesia, termasuk berbagai upaya dan inisiatif Indonesia di sektor pangan dan kelautan.
"Seperti proyek di Nusa Tenggara Timur maupun berbagai proyek lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh FAO untuk membantu Indonesia dalam kerjasama teknis," imbuh Menko.
Pada kesempatan sama, Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk FAO August Parengkuan mengatakan bahwa kerjasama dengan FAO itu dalam konteks Kerjasama Selatan-Selatan.
"Hal ini sebagai salah satu hasil penting dari peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada April 2015 lalu," terang Dubes.
Selaras dengan ini, FAO juga diajak untuk bersama Indonesia mengembangkan Asia-African Center yang akan didirikan di Indonesia.
"Mengingat Kerjasama Selatan-Selatan juga merupakan salah satu agenda prioritas kerja FAO saat ini," pungkas Dubes.
Kunjungan kerja Menko Indroyono ke FAO ini menurut keterangan Sekretaris I Multilateral Royhan N. Wahab merupakan kali pertama setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2014.
Menko pada kesempatan itu menyerahkan cenderamata berupa replika ikan arwana super red (Scleropages formosus) kepada Dirjen FAO yang diterima dengan apresiasi tinggi.
(es/es)











































