"Belum (dibahas)," ujar Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno saat ditemui wartawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/6/2015).
Tedjo juga mengatakan, sebelum memilih Panglima TNI yang baru, Presiden Jokowi akan meminta pendapat untuk masukan. Namun bisa saja Presiden memilih langsung.
"Kadang-kadang Presiden minta pendapat, tapi kadang langsung. Dia hanya minta masukan," kata Tedjo.
Tedjo juga mengatakan, berdasarkan aturan tak baku, ada rotasi yang dilakukan, yakni pergantian giliran untuk menjabat Panglima dari tiga angkatan, yakni Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU).
"Memang itu memungkinkan, cuma itu kan tidak harus. Walau nggak baku, tapi baiknya kan rotasi. Ya hanya dari AU hanya Kepala Staff AU yang bisa, mantan kepala staf nggak ada yang masih aktif," kata Tedjo.
Tedjo juga menilai, tidak perlu melibatkan PPATK dan Komnas HAM untuk menelusuri jejak rekam para calon. Sebab data mereka semua sudah direkam dan juga sudah melaporkan LHKPN.
"Usulan pelibatan PPATK dan Komnas HAM nggak perlu. Itu kan nantinya diajukan ke DOR. Dan selama ini mereka kan sudah ajukan LHKPN ke KPK juga sudah," kata Tedjo.
Lalu bagaimana penilaian Tedjo sendiri terhadap tiga Kepala Staf sekarang ini? "Kenal secara pribadi, cakap semua. Mereka itu adik kelas saya. Semuanya cocok jadi panglima," kata Tedjo.
(jor/vid)










































