Kebakaran Hutan, Warga Riau Mulai Terserang Penyakit
Jumat, 18 Feb 2005 16:47 WIB
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di Riau kian meluas. Bencana asap di Provinsi Riau pun semakin parah. Kebakaran hutan diperkirakan mencapai 20 ribu hektar. Dilaporkan penderita penyakit akibat asap di Riau sudah mencapai ratusan orang.Sepekan yang lalu luas kebakaran hutan di Riau baru 15 ribu hektar. Namun kini kebakaran hutan dan lahan kian meluas sudah mencapai 20 ribu hektar. Akibatnya tingkat pencemaran udara akibat asap berfluktuatif antara normal dan kecenderungan mengandung kadar bahan beracun. Sejumlah kota yang diselimuti asap misalnya Pekanbaru, Dumai, dan Duri. Berdasarkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) berkisar antara 50-200, pada tingkatan ISPU 0-50, udara masih dikategorikan normal dan sehat. Akan tetapi, bila sudah menunjukkan tingkatan 100-200, warga diharapkan waspada dan selalu mengenakan masker. Dari data terakhir yang dirangkum Bapedalda Provinsi Riau, daerah yang paling parah tingkat kebakaran lahannya adalah Kecamatan Bukit Batu dan Pelintung, Rangsang, yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. Selain itu, kebakaran lahan juga terjadi Sokoi dan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Di Dumai terdapat di Kecamatan Bukit Batu dan Dumai Timur di kawasan lahan bergambut.Kepala Bapedal Provinsi Riau Khairul Zainal mengatakan, hampir disemua kabupaten di Riau rawan akan kebakaran lahan dan hutan. Saat ini sebagian kawasan yang terbakar merupakan kawasan yang dikelola sejumlah perusahaan pemegang HPH, Hutan Tanaman Iindustri serta perkebunan kelapa sawit.Kepala Dinas Kesehatan Riau Ekmal Rusdy, yang dihubungi detikcom melalui telepon , Jumat (18/2/2005), penyakit akibat asap yang mencemari lingkungan ada empat jenis. Keempat penyakit tersebut adalah infeksi saluran pernafasan atas, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), iritasi mata, dan iritasi kulit. Infeksi saluran pernafasan atas, seperti batuk ringan juga penyakit mata dan kulit diakui telah banyak diderita warga di daerah Bagansiapiapi-Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Duri-Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Kota Pekanbaru.Sejak kawasan di Riau diselimuti kabut asap, maka penderita penyakit ISPA terus bertambah. Penyakit ISPA ini bisa menyerang paru-paru dan seringkali berakibat fatal bagi penderitanya. Hal ini disebabkan partikel-partikel beracun yang langsung menyerang paru-paru. "Saat ini, tercatat sudah ada 20 pasien penderita ISPA yang harus dirawat intensif di berbagai rumah sakit di Pekanbaru," kata Ekmal. Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien ISPA, Dinkes Riau berupaya mengkampanyekan pemakaian masker kepada para pengguna lalu-lintas jalan. Masker yang dikenakan minimal harus mampu menghalangi partikel berukuran 0,3 mikron masuk ke dalam hidung.
(gtp/)











































