Setya Novanto Yakin Konflik Golkar Segera Berakhir

Setya Novanto Yakin Konflik Golkar Segera Berakhir

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 16:04 WIB
Setya Novanto Yakin Konflik Golkar Segera Berakhir
Setya Novanto
Jakarta - KPU akan menerima surat usulan pendaftaran calon kepala daerah dari kepengurusan yang disahkan SK Menkum HAM, sementara Partai Golkar masih belum juga akur. Politisi Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) Setya Novanto‎ yakin konflik Golkar akan segera berakhir.‎

"Menurut saya, ini semuanya akan berakhir. Karena saya tahu betul bahwa keluarga besar Golkar punya visi‎ untuk kebersamaan," kata Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Novanto menyatakan dalam waktu dekat ini kubu Ical maupun kubu Agung laksono bisa berunding lewat tim yang ditunjuk masing-masing kubu. Novanto sendiri tergabung dalam tim pengarah yang berisikan juga Ical dan Idrus Marham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga yang diharapkan pihak pemerintah dan Golkar ‎bisa selesai dengan baik," kata dia.

Lalu siapa yang bakal menandatangani surat usulan calon kepala daerah nanti? Apakah kepengurusan Ical atau Agung? "Namanya musyawarah," jawab Novanto sambil tersenyum.

Soal SK Menkum HAM yang menjadi syarat keabsahan kepengurusan, Novanto juga tak terlalu bernas menjawab apakah kepengurusannya akan didaftarkan ke Menkum HAM terlebih dahulu atau tidak sebelum pendaftaran Pilkada serentak tahun ini. Yang jelas, kedua belah pihak akan berunding terlebih dahulu.

"‎Dalam perundingan kedua belah pihak, kita harapkan semua saling menyadari demi kebesaran Golkar. Saya menghormati Pak Aburizal Bakrie dan Pak Agung Laksono. Tinggal diikuti tim kedua belah pihak dalam waktu dekat," tuturnya.‎

‎Sebelumnya, Rabu (3/6) Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menegaskan pihaknya hanya mengakui SK terakhir dari Kemenkumham yang bebas dari gugatan.‎ Namun soal kepengurusan Munas Riau yang diputus provisi-kan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, KPU justru mempertanyakan SK yang dimiliki kepengurusan Golkar Munas itu.‎

"Di dalam PKPU kami harus menggunakan SK. sekarang Munas Riau SK-nya mana? SK-nya dimana? masih hidup? ya itu. jadi kami akan melihat SK terakhir yang dikeluarkan Kemenkumham," sebut Hadar Nafis Gumay.‎ (dnu/trq)


Berita Terkait