Tidak banyak yang mengetahui rumah lahir Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Di rumah seluas 5 X 14 meter di Jalan Peneleh gang andean IV nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng merupakan rumah kelahiran Bapak Proklamator, Sukarno.
Awalnya rumah yang dihuni 4 orang ini tak banyak kenal dan tahu. Namun, pasca ditetapkan sebagai ‘Bangunan Cagar Budaya’ 2013 silam sebagai “Rumah Kelahiran Bung Karno” oleh Pemerintah Kota Surabaya saat itu diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencari rumah tersebut tidak terlalu sulit, tinggal cari Jalan Peneleh. Setelah itu, tinggal mencari gang Pandean IV nomor 40 yang ada di sisi kiri jalan dan menyusuri gang dengan lebar sekitar 3,5 meter.
Persis di depan gapura, ada sebuah prasati dan baliho bergambar Bung Karno bertuliskan, 'Di sini Tempat Kelahiran Bapak Bangsa Dr. Ir. Soekarno. Penyambung Lidah Rakyat, Proklamator, Presiden pertama RI, Pemimpin Besar Revolusi'.
Prasasti itu ditandatangani di Surabaya, 29 Agustus 2010 oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Bambang DH.
Di prasasti ini, tertulis pula Pandean IV/40, 06 Juni 1901(Kamis Pon). Nah, tepat di atas prasasti ini, terdapat baliho bergambar Sukarno bertuliskan “Pandean Bersejarah, Tanah kelahiran Soekarno, 06 Juni 1901, Kampoeng Soekarno”.
Rumah yang saat ini ditempati Djamilah bersama 3 saudaranya ini dibenarkan warga sebagai rumah tempat lahir Sukarno. Di atas daun pintu rumah tersebut terpasang pelat kuning yang menjelaskan sebagai bangunan cagar budaya dengan SK Walikota Surabaya nomo 188.45/321/436.1.2/2013.
(erd/erd)











































