Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan hal tersebut di sela-sela kunjungan kerja meninjau langsung Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (4/6/2015).
"Patok batas nanti dipasang chip. Maksudnya, jangan sampai kita ribut bertahun-tahun (dengan negara tetangga) soal patok," ujar Ryamizard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patok perbatasan berbekal chip bertujuan mengantisipasi pelanggaran dilakukan oleh negara tetangga yang mengancam kedaulatan NKRI. Fungsi alat tersebut juga mengontrol setiap upaya pergeseran patok oleh negara tetangga bisa langsung terdeteksi melalui pengiriman sinyal berbentuk data kepada kontrol operator.
"Kalau patok digeser sedikit saja langsung ketahuan," kata Ryamizard.
Wilayah yang sudah terpasang chip detector ialah Kalimantan Barat terdiri sebanyak 10 unit. Area Kaltara dan daerah lainnya segera menyusul.
Ryamizard bersama rombongan meninjau langsung empat lokasi di Pulau Sebatik. Mereka menyambangi Pos Pamtas Sei Bajo, Pos Pamtas serta Patok III Sei Pancang, Pos Pamtas Aji Kuning dan Pos Simanggaris Baru. Mantan KSAD tersebut menginap satu malam di kawasan tersebut.
Sebatik merupakan salah satu dari puluhan pulau terpencil di Indonesia. Kehidupan di Sebatik terbilang unik karena masyarakatnya menggunakan dua mata uang Rupiah dan Ringgit Malaysia. Zona perbatasan terus menjadi perhatian dan pengawalan ketat pemerintah era Presiden Jokowi. (bbn/try)










































