Tak Kalah dengan Jepang, Ini Bentuk Kereta Bandara di Medan

Tak Kalah dengan Jepang, Ini Bentuk Kereta Bandara di Medan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 14:43 WIB
Tak Kalah dengan Jepang, Ini Bentuk Kereta Bandara di Medan
Medan - Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kereta khusus yang akan mengintegrasikan bandara dengan stasiun. Kereta khusus seperti itu sebenarnya sudah beroperasi di Sumatera Utara yang mengantarkan penumpang dari Bandara Kuala Namu sampai ke Stasiun Medan dan sebaliknya.

detikcom berkesempatan menjajal kereta bandara itu bersama dengan rombongan dari Citilink pada Kamis (4/6/2015). Suasana nyaman langsung terasa ketika menggunakan moda transportasi tersebut karena tidak perlu menerobos kemacetan Kota Medan.

Waktu tempuh yang diperlukan dari Bandara Kuala Namu hingga Stasiun Medan adalah 45 menit, sementara itu perlu waktu satu jam lebih jika menggunakan mobil. Sebaliknya, dari Stasiun Medan ke Bandara Kuala Namu hanya memerlukan waktu 30 menit saja menggunakan kereta milik PT Railink ini.

"Saat ini memang belum double track, sehingga kita mengutamakan kereta yang dari stasiun ke bandara. Asumsinya adalah karena penumpang mengejar jadwal pesawat sehingga harus didahulukan. Nantinya kalau sudah double track, maka waktu tempuhnya akan sama," kata VP Commercial PT Railink Siswantono saat berbincang di kereta tersebut.

Kondisi dalam gerbong kereta tampak bersih dan nyaman. Susunan bangku pun didesain agar semua penumpang tidak berdiri.

"Untuk sekarang memang kita buat semua penumpang duduk. Kalau di Medan masih memungkinkan untuk itu. Tapi kalau sudah crowded seperti Jakarta, kita akan gunakan sistem tapping yang membatasi 170 penumpang saja dalam 1 kali trip. Kita bisa lakukan itu lewat sistem e-ticketing," ujar Siswantono.

Satu rangkaian kereta dalam satu trip terdiri dari 4 gerbong dengan kapasitas maksimal 170 penumpang. Jarak antar keberangkatan kereta antara 20 hingga 30 menit untuk saat ini dan total ada 16 jadwal keberangkatan kereta dalam sehari.

Dalam setiap gerbong terdapat tempat khusus untuk meletakkan barang bawaan berukuran besar. Selain itu ada pula toilet yang terletak pada gerbong 3.

Siswantono kemudian menambahkan bahwa nantinya transportasi di bandara akan diintegrasikan. Sehingga penumpang tinggal memilih untuk naik kereta, bus, atau taksi setelah turun dari pesawat.

"Nanti akan sama seperti kalau kita ke Jepang atau Singapura. Tapi kalau untuk kereta Railink sendiri nantinya akan dibangun di bandara-bandara yang operatornya adalah Angkasa Pura II. Karena PT Railink ini anak perusahaan dari AP II dan PT KAI," sebut Siswantono.

Harga tiket untuk saat ini adalah Rp 100.000 per orang jika melakukan transaksi langsung di loket pembelian. Namun ada potongan harga khusus apabila memesan tiket lewat internet.

(bpn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads