"Terkait PAN, tampaknya memang itu merupakan salah satu parpol yang terus berupaya mendekati pemerintahan. Jika itu dilakukan, PAN bisa menjadi pilihan. Bila dilihat secara menyeluruh memang keberadaannya bisa saja menjadi kekuatan baru," ujar Heri kepada detikcom, Jumat (5/6/2015).
Selain menggandeng PAN, tentunya pemerintah juga harus mempertahankan soliditas dengan partai-partai yang sejak awal mengusungnya. Jangan sampai ada pihak yang kemudian merasa sakit hati.
"Stabilitas pemerintahan bisa tercapai kalau hubungan Presiden dengan parpol harmonis. Nah, itu kunci dan saat ini Presiden perlu membangun sinergi itu," imbuh dia.
Sementara itu jika PAN benar-benar akan digandeng ke kabinet, maka harus ada perombakan karena jumlah menteri saat ini sudah maksimal. Mengenai isu reshuffle sendiri memang sebelumnya sudah banyak disinggung.
Isu reshuffle sempat mencuat ketika kondisi ekonomi RI melemah. Meski demikian isu reshuffle dipandang merupakan hal yang dicuatkan pihak eksternal Istana.
Sebelumnya Deputi Kantor Staf Presiden Eko Sulistyo pernah angkat bicara soal reshuffle. Menurut dia pergantian kabinet adalah keniscayaan dan dapat menjadi alternatif untuk konsolidasi pemerintah dengan partai politik. Meski demikian, urusan pengangkatan menteri adalah hak prerogatif Presiden.
"Artinya bisa sangat mungkin Presiden memasukan menteri dari kelompok-kelompok lain," kata Eko kepada detikcom pada Minggu (31/5) lalu.
(bpn/van)











































