KY Kandaskan Dosen Unair Pemilik Harta Rp 6 M yang Sederhana Jadi Hakim Agung

KY Kandaskan Dosen Unair Pemilik Harta Rp 6 M yang Sederhana Jadi Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 13:14 WIB
KY Kandaskan Dosen Unair Pemilik Harta Rp 6 M yang Sederhana Jadi Hakim Agung
Lanny Ramli (dok. facebook lanny ramli)
Jakarta - Dari 18 nama peserta calon hakim agung yang mengikuti seleksi wawancara, Komisi Yudisial (KY) hanya meluluskan 6 nama. Salah satu nama yang tidak lulus adalah dosen sederhana pemilik aset Rp 6 miliar, Lanny Ramli.

"Dari 18 calon hakim agung yang mengikuti seleksi tahap IV (wawancara), sebanyak 6 orang layak dan dapat dinyatakan lulus seleksi dan diusulkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," demikian siaran pers KY yang diterima detikcom, Jumat (5/6/2015).

Mereka yang lulus untuk disetujui DPR menjadi hakim agung adalah:

1. Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Surabaya, Suhardjono (Pidana)
2. Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Bandung, Wahidin (Pidana)
3. Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA), Sunarto (Perdata)
4. Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Maria Anna Samiyati (Perdata)
5. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi, Mukti Arto (Agama)
6. Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, Yosran (TUN)

Dari keenam nama itu, nama Lanny tidak muncul. Padahal, posisi hakim agung Tata Usaha Negara (TUN) dibutuhkan dua orang tapi KY hanya meluluskan satu nama tunggal yaitu Yosran.

Selain karena kemampuan akademiknya, nama Lanny mengagetkan publik karena kesederhanaannya. Sebab sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) Surabaya dan single parent, ia memiliki harta mencapai Rp 6 miliar.

Harta itu terdiri dari sebuah rumah yang ia beli mencicil dan sudah lunas. Ia juga memiliki 2 unit apartemen yang disewakan. Dia juga memiliki sebuah kos-kosan 8 pintu dengan tarif Rp 200 ribu per kamar di dekat pabrik Maspion. Adapun rumah di Situbondo merupakan warisan dari mertua. Ia juga mempunyai sebidang tanah yang dibelikan suaminya atas nama anaknya. Tabungannya sendiri terdapat saldo Rp 617 juta. Adapun transportasi sehari-hari, ia menggunakan mobil hatchback merek Cina (Geely).

"Saya rajin menabung karena single parent. Baju kadang-kadang saya pakai sampai 15 tahun, sepatu sampai sobek. Baju dua minggu digilir-gilir, itu bisa. Tapi alhamdulillah, saya punya lebih dari 14 baju," kata Lanny saat ikut wawancara terbuka calon hakim agung di KY.
Β 
Lanny merupakan alumnus FH Unair dan mengajar di kampus itu sejak tahun 1990. Selain mengajar, ia juga berjualan bakso dan nasi kotak. Kesederhanaan itu ia pertahankan dan ditularkan kepada dua anaknya.

"Saya sebagai pegawai negeri dulu pernah jual kacang goreng, dijual ke warung-warung. Terima rantangan untuk teman-teman di kampus. Jual bakso dari rumah ke rumah. Sudah jadi dosen waktu itu," kata Lanny saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

(asp/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads