'SBY' Goreng Kerupuk di Solo
Jumat, 18 Feb 2005 16:17 WIB
Solo - Aksi penolakan rencana kenaikan BBM terus dilakukan mahasiswa di berbagai daerah. Jum'at (18/2/2005) sore, aliansi BEM di Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) menggelar aksi serupa di Bundaran Gladag, Solo. Bahkan kali ini mereka mengajak 'SBY' yang didaulat menggoreng kerupuk dengan bahan bakar kayu.Salah seorang peserta aksi sengaja berdandan secara necis. Memakai jas, dasi, sepatu mengkilap, dan di kopyah hitam yang dikenakannya terdapat tulisan 'SBY'. Sepanjang rute aksi dari Kampus UNS di Mesen hingga Gladag yang berjarak sekitar tiga kilometer, dia menuntun sebuah sepeda butut bertuliskan 'RI 1'.Di tengah-tengah rekan-rekannya yang menggelar aksi, dia membawa sepedanya ke tengah lingkaran. Kemudian dia menyiapkan kayu-kayu yang kemudian dibakarnya. Tepat di atas kobaran api, dia meletakkan alat penggorengan berisi kerupuk.Adegan tersebut menjadi simbolisasi yang dilakukan Aliansi BEM Joglosemar dalam aksi menolak rencana kenaikan BBM. Aksi itu diikuti puluhan pengurus BEM dari UGM, UNS, UNY, UNNES dan UNDIP. Ikut bergabung pula dalam aksi tersebut beberapa anggota KAMMI dan PMKRI.Mereka menilai Pemerintah telah berbuat tidak adil terhadap rakyat dengan menaikkan harga BBM padahal masih banyak alternatif lain yang dapat dilakukan. Salah satu yang disebutkan adalah menangkap para koruptor dan memaksa mengembalikan Rp 167 triliun harta negara yang dikorupsi selama periode 1999 - 2004.Kecaman juga disampaikan peserta aksi kepada Pemerintah yang dinilai arogan dengan keputusan tidak populis berupa kenaikan harga BBM itu. "Aburizal Bakrie mengatakan bahwa harga minyak tetap akan dinaikkan. Rakyat yang tidak kuat membeli ya jangan membeli minyak. Ini pernyataan sangat arogan. Pemerintahan SBY telah bersikap arogan dan mengkhianati mandat rakyat," ujar mereka.
(nrl/)











































