Akseyna Dipastikan Dibunuh, Lalu Siapa yang Tulis Surat Wasiat 'Perpisahan'?

Misteri Kematian Mahasiswa UI

Akseyna Dipastikan Dibunuh, Lalu Siapa yang Tulis Surat Wasiat 'Perpisahan'?

Fajar Pratama - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 10:40 WIB
Akseyna Dipastikan Dibunuh, Lalu Siapa yang Tulis Surat Wasiat Perpisahan?
Jakarta - Tanda tanya besar masih menyelimuti kasus tewasnya Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI yang tewas tenggelam di danau kampus tersebut. Belakangan polisi menyatakan Akseyna tewas dibunuh. Padahal di awal mula munculnya kasus ini, mengemuka surat perpisahan yang mengatasnamakan Akseyna.

Jenazah Akseyna ditemukan tenggelam di danau Balairung UI, Kamis (26/3/2015). Diperlukan waktu kurang lebih beberapa hari untuk mengenali mayat tanpa nama tersebut hingga akhirnya dipastikan itu adalah Akseyna.

Tak lama setelah penemuan mayat Akseyna, seorang teman Akseyna menemukan pesan di secarik kertas di kamar kosnya bertuliskan, "Will not return for please dont search for existence my apologies for everything eternally".

Surat itu ditemukan teman kos Akseyna, yang bernama Jibril pada Minggu (29/3) malam. Jibril mengaku diminta orangtua Akseyna untuk mengecek kamar anaknya yang ada di Wisma Widya 208, Jl Kabel Tegangan Tinggi, Beji, Depok. Penemuan Jibril langsung dilaporkan ke polisi.

Ayah Akseyna Kolonel Mardoto menyatakan ada kejanggalan dari kemunculan surat ini. "Dari sisi munculnya kan juga ada kejanggalan. Itu (surat) bukan ditemukan polisi. Temannya menyerahkan ke saya dan saya serahkan ke polisi. Terus beredar di berita itu dalam bentuk tempelan, dipaku. Dari mana (cerita) surat itu ditempelkan, dipaku?" ujarnya.

Dari secarik surat ini pula, sempat muncul asumsi bahwa Akseyna tewas bunuh diri. Namun pihak keluarga, terutama ayah korban, Kolonel Mardoto bersikeras menyatakan ada kejanggalan di dalam kasus tewasnya Akseyna. Dia meminta polsi untuk menggali lagi fakta-fakta yang ada.

Surat ini sudah dianalisis oleh grafolog, dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi. Dia menyatakan surat wasiat Akseyna dibuat oleh dua orang. Surat itu ditulis oleh Akseyna dan orang lain. Deborah sudah menyampaikan analisisnya ke kepolisian.

"Setelah melakukan proses analisa dengan dokumen asli dari pihak kepolisian, melalui pembesaran mikroskopik 200x saya temukan bahwa tulisan tangan dalam surat tersebut milik 2 orang," kata Deborah kepada detikcom, Jumat (22/5/2015).

Menurutnya ada indikator grafis yang menunjukkan bukti bahwa tulisan tangan di "surat wasiat" tersebut dibuat oleh 2 orang. Pada bagian pertama ditulis oleh Akseyna dan di bagian revisi oleh orang lain.

"Tulisan tangan bagian pertama identik dengan tulisan tangan almarhum (asli), sementara ada bagian tulisan tangan dan tanda tangan yang dibuat oleh orang lain. Bagian yang ditulis oleh orang lain adalah bagian yang direvisi berikut penambahannya (not, for eternity, existence) dan tanda tangan," ucapnya.

Jika memang benar surat itu ditulis oleh dua orang, lalu siapa orang kedua yang menulis surat itu?




(fjr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads