Aldi 'Dijemput' Anggota TNI, Ratusan Warga Kupang Demo

Aldi 'Dijemput' Anggota TNI, Ratusan Warga Kupang Demo

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2005 16:03 WIB
Kupang - Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Nusa Tenggara Timur di Kupang, Jumat (18/2/2005). Mereka menuntut pembebasan Ketua Pemuda Kayu Putih Kelurahan Oebufu Kota Kupang, Aldi Dalton Ndolu yang 'dijemput' delapan anggota TNI AD Korem 161 Wirasakti Kupang, saat menghadiri upacara pemakaman seorang warga Kamis silam.Para pengunjuk rasa yang sebagian besar berprofesi sebagai tukang ojek mendesak aparat TNI segera membebaskan Aldi dan meminta Mahkama Militer segera mengambil langkah hukum terhadap para penculik.Arnoldus Ndolu, ayah korban kepada wartawan mengatakan, putra sulungnya diculik dan dianiaya oleh sekelompok tentara berjumlah delapan orang. Aldi dijemput paksa oleh mereka dan dibawa ke Markas Korem."Saya menyaksikan sendiri selama tiga jam anak saya dianiaya sampai seluruh wajahnya berlumuran darah. Setelah itu, anak saya dibawa paksa ke Markas Polisi Militer dan ditahan di sana. Tetapi setelah saya mendatangani Markas Polisi Militer, anak saya sudah tidak ada. Sekarang kami tidak tahu di mana anak sayaberada," kata Arnoldus.Pengakuan yang sama disampaikan Ny Maria Ndolu, isteri Aldi. Menurut Maria, setelah mendengar kabar suaminya diculik, dirinya bersama beberapa keluarga langsung menuju ke Markas Polisi Militer untuk mencari tahu keberadaan suaminya. Di sana, Maria mengaku tidak menemui Aldi, karena dilarang oleh seorang anggota provost Polisi Militer."Saya tidak tahu sekarang suami saya berada di mana. Saya minta, suami saya dikembalikan dalam keadaan sehat dan tanpa mengalami cacat atau luka aniaya," katanya.Komandan Polisi Militer Kupang, Kolonel CPM. Helvis yang dihubungi di Kupang mengaku menahan korban selama satu malam untuk kepentingan penyidikan namun sudah diserahkan ke Polresta Kupang untuk diproses lebih lanjut. Menurut Helvis, anggotanya menjemput Aldi di Markas Korem 161 Wirasakti Kupang Kamis (17/2) sore karena diduga terlibat penganiayaan seorang anggota TNI.Kronologi penculikan aktivitas demonstran yang juga Ketua Pemuda Kayu Putih ini masih simpang siur. Menurut versi keluarga, Aldi diculik tanpa alasan yang jelas. Versi lainnya, Aldi terlibat penganiayaan anggota TNI AD bernama Herman Muskanan karena melakukan keonaran saat ada upacara pemakaman seorang warga.Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. Moeswarno Moesanip yang dihubungi terpisah membantah tuduhan penculikan oleh anggota TNI. "Tidak benar anggota saya menculik warga. Yang bear adalah anggota saya dikeroyok oleh sekelompok pemuda sehingga Aldi yang menjabat sebagai Ketua Pemuda Kayu Putih dijemput untuk dimintai keterangannya," kata Moesanip.Selain menganiaya anggota TNI, menurut Moesanip, Aldi dan kawan-kawannya mengeluarkan kata-kata yang sifatnya mendiskreditkan institusi TNI. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini