"Sama seperi yang sudah saya sampaikan sejak awal, bahwa ini pembunuhan," kata Mardoto saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (4/6/2015) malam.
"Pelakunya orang yang mengenal baik Ace (sapaan akrab Akseyna) atau dikenal baik Ace," sambung Mardoto menegaskan.
Ketika itu, Mardoto mengatakan, yang mengenal dan dikenal Akseyna dengan baik yakni dari 2 komunitas. Mardoto tidak pernah mengenal rekan Akseyna dari dua komunitas itu karena mereka tidak pernah berkunjung ke rumah Akseyna.
Rekan Akseyna dari satu komunitas pernah datang ke rumah Akseyna di Yogyakarta, dua hari setelah pemakaman Akseyna. Keduanya datang menyerahkan dua flash disk milik Akseyna yang dipinjam teman-temannya. Isi flash disk yakni tugas, film dan jurnal.
Sedangkan rekan dari komunitas lainnya, lanjut Mardoto, tidak ada yang datang ke rumah Akseyna. Namun komunitas tersebut mengirimkan uang duka lewat rekening.
Mardoto berharap agar polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dalam mengungkap kasus kematian anak tercintanya ini. "Saya berharap pelaku cepat ditangkap," ucapnya.
Ditambahkan Mardoto, dia juga berharap masyarakat bisa turut membantu. "Saya imbau kepada orang-orang yang mungkin mengetahui atau mempunyai informasi supaya bisa membantu mengungkap, memberikan informasi ke polisi atau ke keluarga kami," imbuhnya.
(bar/bar)











































