Pembangunan MRT Bengkak Rp 1,3 T karena Kendala Teknis dan Pembebasan Lahan

Pembangunan MRT Bengkak Rp 1,3 T karena Kendala Teknis dan Pembebasan Lahan

Nur Khafifah - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 01:53 WIB
Pembangunan MRT Bengkak Rp 1,3 T karena Kendala Teknis dan Pembebasan Lahan
Jakarta - Dana pembangunan MRT Jakarta tahap 1 membengkak hingga Rp 1,3 triliun. Pembengkakan dana tersebut terjadi karena beberapa faktor.

Menurut Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, M Nasir, salah satu penyebab membengkaknya dana tersebut adalah karena adanya peraturan baru terkait pendirian bangunan yang menggunakan besi baja. Di dalam peraturan itu, konstruksi besi baja yang dapat digunakan adalah BJTS 40, yaitu baja yang aman terhadap gempa. Sementara yang telah dibeli adalah BJTS 50.

"BJTS 50 tidak boleh lagi digunakan karena terlalu keras. Bahaya kalau ada gempa," ujarnya di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2015).

Nasir mengaku baru mengetahui adanya peraturan itu. Jika tidak dipatuhi, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) mereka tidak turun.

Dengan adanya peraturan baru ini, otomatis PT MRT harus mengganti baja yang telah dibeli sebelumnya. Sehingga biaya yang dikeluarkan membengkak.

Selain itu, masalah pembebasan lahan juga belum usai. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budihartono warga di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan masih belum mau membebaskan tanah mereka.

Hal ini menyebabkan molornya waktu pengerjaan MRT. Selain itu biaya pembangunan MRT juga semakin bertambah.

Pembangunan MRT Jakarta tahap 1 ini rencananya akan selesai pada tahun 2018. Koridor yang pertama dibangun adalah rute Bundaran HI-Lebak Bulus.

MRT akan dibangun dalam 2 posisi, yakni elevated atau melayang dan underground (bawah tanah). Sebanyak 6 stasiun dibangun di bawah tanah, sementara 7 lainnya dibangun melayang.

(kff/bar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini