9 Warga Jateng Tewas Kena DBD
Jumat, 18 Feb 2005 15:34 WIB
Semarang - Meski belum begitu mengkhawatirkan, DBD telah menelan korban di Jateng. Berdasar catatan Dinkes Jateng, hingga minggu kelima tahun ini, sebanyak 9 orang tewas akibat DBD."Ada 231 kasus DBD dan 9 di antaranya meninggal. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Tahun lalu, jumlah kasus mencapai 2.032 dengan angka kematian mencapai 39 orang," kata Kepala Dinkes Jateng Krishnajaya ketika dihubungi detikcom, Jumat (18/2/2005).Hanya ada dua daerah, kata Krishna, yang terjadi peningkatan kasus yakni Karanganyar dan Sukoharjo. Pada tahun lalu periode yang sama, di Karanganyar hanya terdapat dua kasus, tapi kini mencapai 8 kasus. Sementara di Sukoharjo meningkat dari 1 menjadi 7 kasus.Untuk mencegah mewabahnya DBD, Dinkes Jateng mengirimkan surat edaran ke masing-masing instansi terkait, memberikan bantuan seperti abate, insektisida fogging, mesin fogging, dan plasma expander."Bantuan itu telah kami kirimkan sebanyak 2 kali yakni pada September dan Januari. Kami juga mengadakan pelatihan penanggulangan DBD," papar Krishna.Mengenai jangka waktu wabah, Krishna menyatakan peningkatan kasus DBD mulai terjadi pada Bulan Oktober tahun lalu dan akan mencapai puncaknya pada Bulan Maret mendatang. Hal itu didasarkan dari pengamatan dan analisa perkembangan kasusnya."Karena itu kami meminta masyarakat waspada. Mereka harus gerakan 3M. Pengasapan atau fogging kurang efektif dan hanya memberi rasa aman semu saja. Masyarakat lah yang berperan paling besar pencegahan dan pemberantasan DBD," himbau Krishna panjang lebar.
(nrl/)











































