Sebagai Ketua MPP PAN, terang Soetrisno, tentu tadi dibahas sedikit soal perkembangan partainya. "Tapi itu bukan suatu yang inti dalam pembicaraan. Yang inti adalah saya sebagai orang swasta, sahabat, menyampaikan apa yang terjadi (dalam bidang ekonomi)," ujar Soetrisno saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).
Selain itu, Soetrisno dan Jokowi juga membahas sedikit soal kinerja menteri di Kabinet Kerja. Soetrisno mengatakan, Jokowi ingin para menterinya lebih bernyali.
"Katanya Pak Jokowi, menteri ini harus bernyali, berani untuk membenahi persoalan birokrasi. Memang ini problem, bahkan ada istilah Mafia Birokrasi. Ini nyata, dunia nyata. Itulah yang menteri-menteri harus aktif untuk melakukan itu," terang pengusaha ini.
Lalu, bagaimana pandangan Soetrisno Bachir soal kinerja menteri Jokowi-JK, apa perlu ada reshuffle?
"Reshuffle itu kan satu kenyataan yang itu bukan suatu yang aneh. Kalau ada reshuffle itu bukan suatu yang luar biasa, itu kewenangan presiden kok. Dulu zaman Pak SBY juga biasa ada pergantian, zaman Gus Dur juga, zaman Bu mega juga. Jadi nggak ada persoalan. Kalaupun ada, Pak Jokowi punya cara atau tim sendiri untuk melakukan reshuffle kalau itu memang diperlukan. Jadi kalau nanti dalam waktu-waktu dekat, seperti yang tergambar bahwa tim ini harus bernyali, nanti dikira-kira pas dalam kabinet sekarang ini. Kabinet sekarang ini bukan hanya kabinet kerja, tapi kabiner bernyali, kabinet yang berani," jawabnya.
Soetrisno juga mengatakan, tidak ada pembahasan lanjutan mengenai reshuffle menteri, terutama soal potensi kader PAN untuk jadi menteri Jokowi-JK.
"Nggak. Kan seperti kata Ketua Umum, PAN itu ada di posisi di luar pemerintahan. Ya sudah. Itu kata Ketua Umum. Kalau saya ini kan penasihat. Jadi sikap PAN itu ada di luar, tapi mendukung pemerintah selama 5 tahun ini. Kalau ada kebijakan yang tidak pro rakyat, kita akan mengkiritisi. Kalau ada, kita akan support," kata Soetrisno.
"Yang disampaikan Pak Zul (Ketum PAN Zukifli Hasan) ya seperti itu. Kalau berubah ya bisa saja berubah. Tapi ya tidak apa. Saya juga tidak cocok juga jadi menteri. Pak Zul juga sudah jadi Ketua MPR. Kader-kader yang lain mungkin lagi bergairah membesarkan partai sekarang. Karena kan kalau di kabinet konsekuensinya kan tidak boleh ada di pengurus partai. Jadi kalau saya jadi menteri tidak boleh jadi Ketua MPP PAN, begitu juga yang lainnya. Tapi kita harus dukung pemerintahan Jokowi-JK selama 5 tahun ini. Dan bukan hanya mendukung, tapi harus sukses," imbuh Soetrisno.
(jor/van)











































