Rudi mulanya hanya mengaku menafsirkan adanya permintaan THR saat Sutan menelepon dirinya. Namun Hakim Anggota Ugo mengingatkan Rudi soal buka puasa bersama Komisi VII di Hotel Crown tahun 2013.
"Kembali ke BAP, pada waktu buka puasa bersama dengan komisi VII di Hotel Crown, ada pernyataan selain sindiran Pak Sutan, mengingatkan bahwa biasanya ada bantuan THR dari BP Migas. Ada kalimat itu? tanya Hakim Ugo di persidangan Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Rudi hanya menjawab singkat. "Ada," katanya. "Persepsi saya SKK Migas mungkin harus membantu komisi VII dalam rangka THR. Tapi sampai saat itu belum saya respon," ujarnya.
Hakim Ugo juga mempertanyakan mengenai sisa duit yang rencananya diserahkan ke DPR pada 2013 namun batal karena Rudi lebih dulu tertangkap petugas KPK.
"Pada 13 Agustus waktu OTT (operasi tangkap tangan), Bapak tertangkap. Menurut Bapak (duit) itu kekurangan pembayaran untuk THR dari USD 200 ribu ditambahkan USD 340 ribu jadi USD 540 ribu, yaitu 54 anggota kali 10 ribu per orang?" tanya Ugo.
"Itu persepsi saya, 5 jam lalu uang dipegang Deviardi (pelatih golf Rudi) 5 menit kemudian KPK masuk saya di OTT," sambungnya.
Menurut Rudi, Deviardi yang menyatakan duit untuk DPR sebagai sisa pemberian THR sudah tersedia. "Deviardi yang mengatakan dia akan menutupi. Dia katakan banyak orang mengucapkan terimakasih atas kinerja Pak Rudi kemudian uangnya akan diserahkan ke Komisi VII," sambungnya.
Menurut Rudi, dia memang memberikan duit titipan USD 200 ribu ke Sutan Bhatoegana. Duit yang ditujukan untuk Tunjangan Hari Raya Komisi VII periode 2009-2014 diserahkan melalui politikus Demokrat Tri Yulianto. "Ke Tri Yulianto di All Fresh saat bulan puasa, sebelum saya pulang ke Bandung," ujarnya.
Sehari sebelum penyerahan uang pada tanggal 26 Juli 2013, Rudi bertemu Tri Yulianto di Hotel Sahid. "Sehari sebelumnya saya bertemu Tri di Hotel Sahid. Ada komunikasi, saya berencana menyampaikan uang kepada Pak Sutan, Pak Tri katakan tidak apa-apa lewat saya," kata Rudi.
Soal titipan ke Sutan, Rudi menyebut Sutan tidak secara eksplisit menyebut meminta duit THR. "Tapi ada kata-kata secara implisit menyinggung itu. Kalau tidak salah saya, Pak Sutan mengatakan dalam telepon 'raja minyak mau ke luar negeri kami di DPR mau lebaran bagaimana?" tutur Rudi.
Setelah dua hari kemudian, Rudi mengkonfirmasi duit titipan ke Sutan yang mampir ke rumahnya di Jl Brawijaya, Jaksel. "Saya mengatakan apa sudah diterima? dibilang (Sutan) sudah," sambungnya.
Duit USD 200 ribu menurutnya berasal dari Deviardi. "Pada saat bulan puasa desakan dari teman-teman makin ada, kata Deviardi nggak masalah karena uang sudah ada," ujar Rudi.
(fdn/aan)











































