Dugaan Komnas PA Soal Hilangnya Angeline, KDRT hingga Surat Warisan

Dugaan Komnas PA Soal Hilangnya Angeline, KDRT hingga Surat Warisan

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 04 Jun 2015 14:53 WIB
Dugaan Komnas PA Soal Hilangnya Angeline, KDRT hingga Surat Warisan
Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ikut mencari Angeline (8) bocah yang hilang dari rumahnya di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur. Komnas PA sudah berkunjung ke rumah dan sekolah Angeline.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan ada sejumlah dugaan yang menjadi penyebab Angeline hilang dari rumah. Dugaan itu muncul setelah Komnas PA mendapat informasi dari pegawai yang bekerja di rumah Angeline, wali kelas dan para tetangga.

"Kami menyimpulkan ada sejumlah dugaan anak itu hilang, pertama soal kekerasan yang dialaminya di lingkungan keluarga," ucap Arist kepada detikcom, Kamis (4/6/2015).

Dugaan kekerasan itu berdasarkan keterangan dari pegawai di rumah Angeline yang bernama Agustinus. Agustinus bertugas untuk membersihkan rumah dan memberi makan ayam serta hewan-hewan di rumah itu.

Agustinus mengatakan belakang ini Angeline sering murung dan pada siang hari sebelum hilang Sabtu (16/5/2015), dia melihat Angeline sedang menangis dan bibirnya berdarah. Selain itu berdasarkan keterangan dari para tetangga Angeline disebut sering dimarahi dengan suara keras oleh ibunya.

Arist dan Tim Komnas PA datang ke rumah Angeline ditemani oleh pihak kepolisian pada Minggu (24/5). Di sana dia bertemu dengan ibu angkat Angeline, Arist lalu minta ditunjukan di mana tempat Angeline tidur.

"Tempat Angeline tinggal itu saya pikir tidak layak. Waktu saya ke rumahnya itu bau sekali banyak kandang ayam, kucing dan anjing," kata Arist. Sebelum ke sekolah Angeline harus memberikan makan ayam-ayam itu.

Selain di rumah hal aneh lainnya yang ditemukan Arist adalah saat dia berkunjung ke sekolah dan bertemu dengan wali kelas Angeline. Pihak sekolah mengatakan Angeline sering mengantuk di kelas dan kalau datang ke sekolah dalam kondisi kumel dan bau.

"Sudah 3 bulan terlambat sekolah, sering tidak mandi kalau ke sekolah dan berbau kotoran ayam. Bahkan dia sering dikeramasin gurunya di sekolah. Anak ini juga sering mengalami pusing karena tidak sempat makan di rumahnya," kata Arist.

"Kalau ke sekolah 3 kilometer dia jalan kaki. Pulang pergi jadi 6 kilometer, masa anak sekecil itu disuruh pergi sendiri ke sekolah dengan jarak yang jauh jalan kaki," tambahnya.

Selain dugaan kekerasan, Komnas PA juga menduga ada masalah internal keluarga yakni seputar ahli waris. Arist mengatakan Angeline merupakan anak angkat yang diadopsi sejak umur 3 hari. Saat diadopsi dalam akta pengangkatan ditulis Angeline merupakan salah satu ahli waris.

Bapak angkat Angeline seorang WNA dan ibunya WNI dengan jumlah anak 2, satu di Amerika satu lagi di Bali. Bapak angkat Angeline yang bule itu sudah meninggal 3 tahun lalu.

"Kami duga anak ini menjadi korban persengketaan yang ada di rumah itu. Dasar penyimpulan, kami menerima data akta pengangkatan anak, di situ menyebutkan pengangkatannya itu ada hak waris," ujarnya.

Arist mengatakan perbedaan keterangan yang ditemukan Komnas PA dengan informasi dari keluarga yang mengklaim tidak pernah ada kekerasan masih terus diselidiki polisi. Komnas PA yang membantu mencari Angeline berharap bocah manis itu segera ditemukan.

"Nah di situnya yang harus diselidiki. Kita tidak bisa berprasangka buruk. Kita imbau kepada masyarakat siapa yang mengetahui dan melihat Angeline segera menyerahkan kepada polisi," tutupnya.

(slh/gah)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini