Ini Kerugian STIE Adhy Niaga Dibekukan Menristek

Bahaya Jual Beli Ijazah

Ini Kerugian STIE Adhy Niaga Dibekukan Menristek

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 04 Jun 2015 14:31 WIB
Ini Kerugian STIE Adhy Niaga Dibekukan Menristek
Jakarta - Pihak kampus STIE Adhy Niaga merasa berat atas sanksi pembekuan dari Menristek dan Dikti M Nasir akibat tidak ada izin operasi dan dugaan menerbitkan ijazah palsu. Bahkan sejak awal kasus itu merebak, sudah banyak mahasiswa baru yang mengundurkan diri.

"Sudah tidak terhitung lagi yang mengundurkan diri. Telepon saya berbunyi kring-kring. Pak, begini, begini. Tolong Pak kami mau mengundurkan," ujar Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Faizi Mikhael Smith kepada wartawan di kampus tersebut Jl Jenderal Sudirman, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (7/6/2015).

Faizi tidak bisa berbuat apa-apa bila mahasiswa baru batal mendaftar ke kampus tersebut. Dia pun mengembalikan uang pendaftaran mahasiswa baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya pendaftaran mahasiswa baru Rp 100 ribu. Sedangkan untuk biaya kuliah dikenakan Rp 200 ribu per bulan. Jumlah tersebut terbilang murah.

"Ya kita pakai beasiswa, ini program dari yayasan," kata Faizi.

Karena adanya kasus itu, lanjut Faizi, dosen-dosen di kampus itu juga sudah mulai malas mengajar. 40 Persen mahasiswa juga malas mengikuti perkuliahan.

"Kegiatan mahasiswa kemarin itu kan habis UTS. Sekarang ini tidak ada aktivitas karena sedang libur jelang Ramadan," ucap dia.

Menristek M Nasir memberikan sanksi STIE Adhy Niaga tidak boleh menerima siswa baru atau pindahan, tidak boleh melakukan aktivitas perkuliahan dan wisuda. Pembekuan ini karena pihak kampus tidak bisa memberikan beberapa dokumen terkait pemberian izin operasi dan dokumen kelulusan. Sebelumnya, Nasir juga melakukan sidak di kampus tersebut karena laporan adanya praktik ijazah palsu di kampus tersebut.

(nwy/erd)


Berita Terkait