"Kita doakan supaya Jakarta sampai akhir 2016 ada perubahan besar di Ragunan dan kita tidak malu dan dunia membicarakan bahwa Ragunan jadi tempat konservasi hewan yang berhasil. Tak malu-maluin," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).
"Tahun depan sudah kelihatan, yang butuh konstruksi butuh waktu. Minimal setelah Lebaran sudah kebayang mau jadi seperti apa. Akhir tahun sudah kelihatan desain dan masterplan-nya," lanjut dia.
Ahok memiliki harapan besar nantinya Taman Margasatwa Ragunan tak hanya memikat masyarakat kelas ekonomi ke bawah, tetapi juga kelas atas. Oleh karenanya, mantan Bupati Belitung Timur itu meminta Tahir membantunya untuk mempercantik kebun binatang satu-satunya di Ibu Kota tersebut.
Menurut Tahir, nantinya di atas lahan seluas 147 hektar itu bisa dibangun berbagai fasilitas penunjang nan memikat mata seperti taman-taman, hotel dan mal.
"Tadi Pak Gubernur positif kita punya tanah 147 hektar, bisa dibuat banyak hotel atau mal. Semua program yang baik kami teruskan dan lanjutkan," terang Tahir dalam kesempatan yang sama.
Dengan adanya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, nantinya Ahok berharap ke depan biaya perawatan Taman Margasatwa Ragunan tidak lagi berasal dari APBD melainkan dari program CSR mereka. "Semuanya dibiayai beliau (perusahaan swasta)," kata Ahok.
"Indosat mau datangkan jerapah dari Australia. Itu sponsor dari mereka. Mereka biayai," sambungnya.
(aws/aan)











































