Sekjen Golkar Munas Ancol Zainudin Amali mengatakan pihaknya serius mengikuti kesepakatan yang sudah ditandatangani kedua pihak.
"Di dalam kesepakatan masing-masing bentuk tim. Besok rapat harian akan tentukan tim. Ada tim pengarah dan tim pelaksana. Pelaksana bicarakan hal-hal teknis cara-cara rekruitment kepala daerah. Besok (Jumat) Insya Allah jam 14.00 WIB," kata Amali di Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu belum kan masih usulan. Besok dipastikan lagi. Setelah rapat akan diumumkan hasilnya siapa-siapa yang akan duduk di tim teknis dan tim pengarah. Tim pengarah kami bentuk sebagai tanda keseriusan kami ikuti pilkada akan datang," tuturnya.
Terkait kepengurusan yang berhak tanda tangan dalam surat pendaftaran, hal tersebut diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Diakuinya masih ada klaim sepihak terkait status kepengurusan yang dianggap sah.
"Itu kita serahkan ke KPU. Kita nggak bisa mutuskan atas keinginan kita masing-masing. Jadi poin 4 yang tertanda itu kewenangan KPU. Kalau kedua belah pihak pasti inginnya masing-masing tandatangan," sebutnya.
Adapun kubu Golkar Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) sudah membentuk tim penjaringan untuk persiapan Pilkada yang diketuai MS Hidayat. Adapun anggotanya adalah Theo L Sambuaga, Nurdin Halid, Sharif Cicip Sutardjo, dan Aziz Syamsudin.
(hat/trq)











































