Buka Pintu Koalisi dengan KIH di Pilkada, Kubu Ical: Tak Bisa Kawin Paksa

Buka Pintu Koalisi dengan KIH di Pilkada, Kubu Ical: Tak Bisa Kawin Paksa

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 04 Jun 2015 12:25 WIB
Buka Pintu Koalisi dengan KIH di Pilkada, Kubu Ical: Tak Bisa Kawin Paksa
Ade Komarudin (Foto-Lamhot/detikcom)
Jakarta - Tak ada pertemanan atau koalisi yang abadi dalam politik. Begitu sebuah peribahasa berkata. Hal itulah yang kini terjadi antara Koalisi Indonesia Hebat dengan Koalisi Merah Putih menjelang digelarnya Pemilihan Kepala Daerah Serentak.

Partai-partai politik, baik di kubu KMP mau pun KIH tak lagi ngotot berada dalam satu koalisi. Semua partai membuka pintu koalisi lebar-lebar menghadapi pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015 nanti.

Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya pimpinan Aburizal Bakrie (Ical), Ade Komaruddin mengatakan partainya juga membuka pintu koalisi menjelang pilkada serentak. Koalisi taka hanya dilakukan dengan partai-partai di gerbong KMP, melainkan juga yang ada di KIH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ade salah satu pertimbangan mengajukan calon di pilkada adalah tingkat keterpilihan alias elektabilitas. "Di Pilkada terbuka karena tergantung elektabilitas. Tidak bisa kawin paksa," kata Waketum Golkar, hasil Munas Bali, Ade Komaruddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).

Pria yang akrab disapa Akom ini menuturkan bahwa calon-calon di daerah akan saling mencari kecocokan. Selanjutnya, pengurus daerah akan melapor ke pengurus pusat.

"Pada dasarnya kalau saling cari kecocokan jodoh, itu di daerah. Mereka laporkan ke kita. Tidak bisa dipaksakan dengan KMP tapi diprioritaskan," ujar Akom.

Sebelumnya, PKS yang juga tergabung di KMP sudah mengungkapkan niatnya berkoalisi dengan KIH di Pilkada. Koalisi di Pilkada diprediksi lebih cair karena yang dipentingkan adalah figur si calon tersebut.

(imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads