Virus Flu Burung Bisa Timbulkan Penyakit Lain

Virus Flu Burung Bisa Timbulkan Penyakit Lain

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2005 14:58 WIB
Jakarta - Virus flu burung ternyata bisa menghasilkan penyakit radang otak yang mematikan, diare dan gejala lain yang tidak kelihatan seperti penyakit pernafasan biasa. Demikian hasil temuan sebuah tim dokter internasional.Laporan tim tersebut dilandaskan pada kasus seorang bocah perempuan berusia 9 tahun dan adik laki-lakinya berusia 4 tahun. Keduanya meninggal akibat radang otak di Vietnam selatan setahun yang lalu. Demikian seperti diberitakan Reuters, Jumat (18/2/2005).Kematian kedua anak itu semula dianggap misterius, sampai para peneliti datang dan memeriksa sampel dari bocah laki-laki tersebut. Dalam pemeriksaan itu ditemukan adanya virus avian influenza."Kasus ini menunjukkan bahwa spektrum klinis influenza H5N1 lebih luas daripada anggapan sebelumnya, dan oleh karena itu punya implikasi penting bagi respons kesehatan klinis dan publik terhadap avian influenza," demikian para peneliti dalam laporan yang dirilis pekan ini dalam edisi, New England Journal of Medicine."Temuan ini datang pada akhir tahun 2004 setelah kami menguji beberapa ratus sampel," kata Dr. Tran Tinh Hien, wakil kepala Rumah Sakit Penyakit Tropis di Ho Chi Minh City, yang merupakan salah satu penulis laporan.Temuan ini merupakan bagian dari program riset antara Universitas Oxford, Inggris dan beberapa rumah sakit di Vietnam. Riset tersebut bertujuan untuk meneliti penyakit-penyakit tropis serius di sana, termasuk penyebab radang otak di wilayah Vietnam selatan.Diimbuhkan Hien, sejauh ini tidak ditemukan adanya radang otak pada para pasien yang belum lama ini meninggal akibat flu burung. "Namun kami tidak menemukan radang otak di antara para pasien yang meninggal baru-baru ini akibat flu burung di Vietnam," tutur Hien.Flu burung hingga kini telah menewaskan 80 persen dari orang-orang yang didiagnosis terkena virus mematikan tersebut. Sejauh ini sudah 45 jiwa melayang -- 32 warga Vietnam, 12 warga Thai dan seorang warga Kamboja. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads