Kemungkinan itu dibuka oleh salah satu anggota KMP, PKS. PKS termasuk yang paling dini mempersiapkan kadernya di daerah untuk menghadapi Pilkada serentak. Dan PKS berpikir lebih terbuka dengan tidak meemaksakan koalisi dengan sesama anggota KMP.
"Kami memberikan kebebasan itu. Keputusan di KMP, bahwa di pilkada ini tidak mesti seperti di pusat. Kalau bisa sinkron justru lebih baik," kata Sekjen PKS Taufik Ridho di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2015).
PKS secara gamblang menyebut koalisi dengan KIH tak ada masalah. "Kalau KIH setelah kita lihat bagus, tentu secara objektif kita pertimbangkan untuk menentukan pencalonan," katanya.
Namun PKS memang mematok sejumlah kadernya ikut Pilkada. Partai pimpinan Anis Matta ini menargetkan 16-17 persen peluang menang di Pilkada dengan mencalonkan kadernya sendiri. Namun pada akhirnya pertimbangan utamanya menyangkut kemungkinan menang.
Jika PKS sudah mulai membuka peluang mungkinkah KMP dan KIH lebur di Pilkada serentak?
(imk/van)











































