Ahok berencana tidak akan mengembalikan barang dagangan milik pedagang yang disita saat razia dan menolak tebusan para pedagang. Ia tidak akan memberikan toleransi apapun kepada pedagang yang menutup jalan meski razia digelar saat bulan puasa sekalipun. Ahok meminta pedagang ditangkap dan ditindak tegas.
Berikut 3 aksi Ahok:
1. Tolak Tebusan, Hancurin Barangnya!
|
|
"Ya jangan dikasih tebus. Jadi jangan kasih dia bisa tebus lagi, hancurin aja barang-barangnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2015).
Sebab selama ini, setelah dirazia, pedagang masih mampu menebus barang dagangannya yang dirazia. Karena biaya penebusan tersebut, menurut Ahok cukup murah.
"Makanya saya bilang kalau mau perang gitu harus tegas. Tangkap lagi, nanti ditebus lagi, murah-murah tahu nggak," tuturnya.
Untuk sementara, sebelum peraturan itu βditerapkan, pihaknya masih melakukan razia rutin. Setiap hari petugas akan menyita barang dagangan para pedagang yang bandel berjualan di jalan.
2. Zero Toleransi
|
|
"Yang dagang itu kita akan sita barangnya kita sudah minta wali kota. Jadi kita nggak ada toleransi mau puasa, mau lebaran, nggak ada," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2015).
Ahok mengaku tidak menyiapkan lahan untuk menampung para pedagang yang di luar itu. Sebab mereka biasanya telah memiliki outlet di dalam, hanya saja karena momen menjelang Ramadan, para pedagang itu juga membuka lapak di luar.
"Itu kan yang supply barang dari pedagang dalam. Otomatis yang di dalam harus taruh agen juga di luar. Kalau yang di luar nggak ada, bakal masuk nggak ke dalam pasar? Pasti masuk," terang Ahok.
Mantan politisi Gerindra ini mengaku memang harus benar-benar tegas untuk menghadapi para pedagang yang bandel. Sebab banyaknya pedagang yang memenuhi jalan menyebabkan para pembeli malas.
"(Pedagang yang jualan di pinggir jalan) tangkap saja, sita terus. Kamu kalau tahan disita terus. Kaya parkir motor kita akan jaring terus. Parkir saja terus kita akan tangkap dan jaring setiap hari," tegasnya.
3. Tindak Tegas
|
|
"Pasti muncul lagi ini. Kita akan terus tindak lanjut, jalan nggak bisa ditutup," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyebut pihaknya tidak akan segan-segan mengambil langkah tegas dalam menertibkan PKL yang menutup jalanan hingga membuat macet. Baginya itu opsi terakhir apabila para PKL tidak bisa diajak bekerjasama dan berjualan dengan tertib.
"Iya (tindak tegas nanti), tidak ada pilihan," tambahnya.
Kondisi PKL Tanah Abang Blok G yang suka kembali ke jalan kerap membuat Pemprov 'kebakaran jenggot'. Seperti yang terjadi pada bulan Ramadan tahun lalu, di depan Blok G hingga Blok A sejak pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, para PKL mengisi satu lajur badan jalan. Mereka tampak tidak pernah kapok meski Satpol PP kerap melakukan razia.
Melihat itu, Ahok sempat mengatakan salah satu rencana untuk membuat jera PKL yang bandel dengan cara menyita barang dagangan mereka yang terazia.
Halaman 2 dari 4











































