Keterlaluan! Dinding Gua Batu Cermin Dipenuhi Coretan Tangan Jahil

Keterlaluan! Dinding Gua Batu Cermin Dipenuhi Coretan Tangan Jahil

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 04 Jun 2015 08:00 WIB
Keterlaluan! Dinding Gua Batu Cermin Dipenuhi Coretan Tangan Jahil
Flores - Tak jarang ditemui ulah tak bertanggung jawab yang dilakukan orang ketika mengunjungi suatu tempat wisata. Tak terkecuali yang terlihat di dinding Gua Batu Cermin di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketika detikcom bersama dengan tim ekspedisi NKRI 2015 tengah asyik menyusuri gua bersejarah yang berada di wilayah Wae Sambi, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, terlihat coretan tangan di beberapa sudut dinding gua. Coretan berupa tulisan itu tampak tercetak di bagian dalam gua yang tak terkena sinar matahari.

Tentunya perilaku semacam ini sangat disayangkan mengingat Gua Batu Cermin memiliki keunikan tersendiri. Gua itu merupakan bongkahan karang yang sangat besar yang dulunya terendam air laut dan kini mencuat menjadi sebuah gua yang menjadi daya tarik wisata.

Apalagi Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata yang tengah moncer dengan keindahan alamnya. Tentunya coretan-coretan di dinding Gua Batu Cermin itu sangat mengganggu kenyamanan dan bisa merusak keindahan dinding gua.

‎Dinding gua yang mengandung batuan kapur atau gamping itu akan berkilau apabila tertimpa cahaya matahari atau lampu senter. Kilauan itu muncul karena adanya mineral calcite yang berpendar apabila dipapar cahaya.

‎Tim ekspedisi NKRI 2015 sendiri menyatakan ada 2 teori mengenai terbentuknya gua tersebut yang dulu merupakan karang di dasar laut. Namun tim belum dapat menentukan apa yang menyebabkan gua tersebut kini berada jauh posisinya dari laut.

"Sebenarnya ada dua teori yaitu ketika adanya gerakan tektonik yang menyebabkan posisi gua tersebut yang tadinya di dasar laut kemudian naik ke permukaan atau drop sea level, yaitu ketika tinggi permukaan laut yang menurun sehingga memunculkan gua tersebut ke permukaan," ujar anggota tim peneliti bidang geologi, Rahmat Setijadi ‎saat berbincang dengan detikcom di Gua Batu Cermin, Flores, Rabu (3/5/2015).

Rahmat menyebut tim memerlukan waktu yang lebih lama untuk meneliti hal tersebut. Selain itu, tim juga belum dapat memastikan usia gua tersebut lantaran hanya sekilas pandang saja ketika menelusuri gua itu.

(dha/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini