Menurut Munti, anak kesayangannya hilang sejak Selasa (26/5/2015) pukul 09.00 WIB. Saat itu Rizka pergi saat ditugasi menjaga warung sembako yang berada di Meruya, Kembangan, Jakarta Selatan.
"Dia saat itu lagi jaga warung terus ada yang lihat dia pergi bawa kucing tidak tahu kemana," kata Munti di warungnya, Rabu (3/6/2015). Ia bercerita sambil menangis tersedu-sedu.
Munti menceritakan, sebelum pergi Rizka sempat merajuk karena HP Blackberrynya disita oleh kakaknya. Padahal menurut Munti, saat itu kakak Rizka hanya ingin mengecek HP adiknya tersebut.
"Saya tuh sebenarnya cuman mau lihat nomor dia saja. Tapi sama kakaknya diambil. Karena sebelumnya dia pergi pada hari Minggu (31/5) enggak bilang. Saat pulang dia ngakunya ke rumah temennya di Kembangan," terang Munti.
Setelah kepergian anaknya, Munti dan keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kembangan dengan Nomor Laporan 09/B/V/2015/Sektor Kembangan.
"Laporan Hari Rabu 27 Mei 2015, Jam 13.00 WIB. Pelapor: Mohammad Jupri dengan kronologi, anak hilang pergi dari rumah kenakan kaos warna merah dan celana pendek jeans, alas kaki sepatu warna hitam. Dengan ciri-ciri tinggi 155 cm, rambut hitam sebahu, kulit sawo matang. Ciri khusus di dengkul kanan tumbuh rambut," demikian tertulis dalam laporan.
Munti yang setiap hari berjualan sembako, juga sudah menemui dua orang pintar. Bahkan dirinya sudah mencari sampai Pelabuhan Ratu.
"Katanya dia (Rizka) di Pelabuhan Ratu, kita ke sana cari dari ujung ke ujung enggak ada. Akhirnya kita bagikan selebaran dan sama polisi sana juga katanya akan membantu," terang Munti.
Munti menambahkan, pihaknya hanya ingin anak kesayangannya kembali. Dirinya juga mengaku tidak akan marah kepada anaknya jika ingin kembali.
"Rizka kamu pulang. Mami tidak marah. Rizka pulang ya," tutup Munti menahan tangis.
(spt/hri)










































