"Sekarang nasib kami mau dikemanakan, tiba-tiba kampusnya dibekukan. Sekarang apa tanggungjawab dari pemerintah," ujar Ketua BEM STIE Adhy Niaga, Zaenuddin, di kampusnya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/6/2015).
Pembekuan aktivitas pendidikan di STIE Adhy Niaga dengan tuduhan sebagai kampus abal-abal akan berimbas kepada seluruh keluarga kampus tersebut, terutama kepada mahasiswa.
"Akan menjadi bahan omongan temannya, menjadi bahan cemooh dan untuk mahahasiswa yang belum lulus juga menjadi beban moral bagi keluarganya," terangnya.
Zaenuddin yang berasal dari Lampung ini mengaku bersekolah di STIE Adhi Niaga karena sesuai uang pendidikan yang ditawarkan kampus itu. Bahkan dia mendapatkan beasiswa penuh.
"Banyak teman-teman dari Flores, Nias dan Papua, mereka kuliah sesuai budget kantong mereka dan itu hanya ada di Bekasi," ucapnya.
"Kami minta Menristek mencabut perkataan dan mengijinkan kampus kami ikut belajar-mengajar," tambahnya.
Sementara itu, mahasiswa lainnya bernama Mudin Lalabo (21) meminta Menristek hanya menindak oknum jual beli ijazah kampusnya dengan tidak mengorbankan seluruh mahasiswa.
"Kalau ada jual beli ijazah itu oknum. Tangkap oknumnya jangan korbankan kami," kata Mudin.
(fiq/ahy)










































