"Sedang diusahakan untuk anggaran tahun ini atau tahun depan. Yang saya dengar kurang lebih Rp 300 miliar," ungkap Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Tito Karnavian di Kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa 7, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (3/6/2015).
Gedung Bareskrim baru direncanakan akan memiliki 17 lantai dan direncanakan dikerjakan selama 2 tahun. Namun Tito belum bisa memastikan, apakah dana Rp 300 miliar tersebut untuk satu tahun atau total selama 2 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana sebesar Rp 300 miliar, disebut Tito, sekaligus untuk membangun Laboratorium Forensik. Lokasinya tidak akan di Jl Trunojoyo, melainkan di lokasi baru yakni di Sentul Bogor.
"Hanya gedung Bareskrim dan laboratorium forensiknya mau dipindah di Sentul, sudah ada tanahnya. Di sana karena ada limbah kimia, jadi kalau dalam kota mencemari, dan harus ada di luar kota. Jadi nanti akan dirobohkan," jelas Jenderal bintang 2 tersebut.
Tito belum bisa memastikan apakah benar gedung baru Bareskrim akan memiliki 17 tingkat. Ia pun belum mau membicarakan mengenai pihak kontraktor yang akan melaksanakan proyek tersebut.
"Saya belum tahu berapa tingkatnya. Saya baru lihat blueprint-nya. Belum bicara ke sana (kontraktor) karena belum ada lelangnya. Masih cari uangnya dulu," tukasnya.
Peningkatan di jajaran Bareskrim bukan hanya dilakukan dengan pembangunan gedung baru. Kriteria penyidik Bareskrim pun nantinya akan ditingkatkan.
"Ada upaya Bareskrim untuk meningkatkan kemampuan penyidik lewat peningkatan bintara dan sarjana untuk peningkatan kualitas penyidik. Rekruitmen bintara dan perwira dari S1 dalam upaya meningkatkan kemampuan penyidik," tutupnya. (ear/vid)











































