"Itu satu paket. Tidak bisa hanya membicarakan senjatanya. Untuk menjadi juara seperti kemarin di Australia itu diperlukan penembak yang bagus yang mahir, dan juga senjata yang bagus," ujar Silmy dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/6/2015).
Selain senjata dan kemampuan prajurit, ada hal ketiga yang tak kalah penting. "Yang ketiga adalah peluru yang bagus," ujar Silmy.
Silmy menggarisbawahi, TNI AD sudah delapan kali beruntun memenangi AASAM. Di delapan kesempatan itu, TNI AD selalu menggunakan senjata Pindad.
"Tapi yang di 2015 kemarin ini paling banyak. Lebih dari 50 persen medali kita yang dapat," kata Silmy.
Pihak TNI AD mengatakan kompetisi menembak itu berjalan sangat ketat. Mental prajurit diuji oleh tim lain.
"Kita hasilnya luar biasa. Sepanjang pertandingan upaya menjatuhkan mental tim kita dilakukan secara luar biasa oleh mereka," kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto.
(faj/fjr)










































