Badan Kehormatan DPR akan Bahas Kisruh DPR-Jakgung, Selasa

Badan Kehormatan DPR akan Bahas Kisruh DPR-Jakgung, Selasa

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2005 13:53 WIB
Jakarta - Badan Kehormatan DPR akan mengumpulkan bukti-bukti terkait ricuhnya rapat kerja gabungan antara Komisi II dan III DPR dengan Kejaksaan Agung. Badan Kehormatan DPR akan menggelar rapat internal khusus membahas kasus tersebut pada Selasa (22/2/2005) mendatang."Kami hanya lihat di foto dan di koran. Jadi siapa yang salah kita belum tahu. Untuk itu kita akan melihat rekaman rapat gabungan itu," kata Ketua Badan Kehormatan Slamet Effendy Yusuf.Slamet, yang ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/2/2005), menyayangkan sikap jaksa agung yang tidak bisa menertibkan anak buahnya. "Itu kan menjadi tontonan yang tidak baik. Jadi kami meminta masing-masig pihak untuk bisa instropeksi diri."Slamet juga menilai pernyataan anggota DPR Anhar SE yang mengibaratkan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh sebagai ustad di kampung maling merupakan peribahasa. Sehingga seharusnya pernyataan itu tidak perlu ditanggapi dengan emosional."Jaksa Agung itu kan seorang seniman, seharusnya mengerti apa arti peri bahasa. Yang dimaksudkan itu mendukung kerja Jaksa Agung. Tapi reaksinya justru yang berlebihan. Seharusnya yang dilihat maknanya, bukan kata," ujar Slamet.Slamet juga meminat semua pihak yang diundang ke DPR untuk bisa mengormati lambega parlemen. "Jadi jangan asal ngomong kotor. Hormati lah DPR."Sebagaimana diberitakan raker gabungan Komisi II dan III DPR dengan Kejaksaan Agung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/2/3005) kemarin, berakhir ricuh ketika Anhar, anggota DPR dari Komisi II mengatakan, "Jaksa Agung seperti ustadz di kampung maling." Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh meminta agar ucapan tersebut dicabut. Alhasil, terjadilah pertarungan mulut sampai sidang dihentikan. (gtp/)


Berita Terkait