"Masyarakat tenang saja, (fenomena cacing yang muncul di Bantul) bukan tanda gempa," ujar Prof Ir Sunarno, M.Eng, PhD, dari Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM, ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (3/6/2015).
Menurut Sunarno, dari alat early warning system (EWS) gempa, tidak menunjukkan gejala akan datangnya gempa besar.
"Kalau ada perubahan signifikan pada EWS gempa bumi kami, kami akan share 1 minggu sebelumnya. Alat kami sekarang tenang semua, tidak ada gejala-gejala yang mengkhawatirkan," tuturnya.
Alat EWS yang dimiliki Sunarno berdasar konsep Kyushu University Jepang (gempa Kyushu) dan dari jurnal ilmiah tentang fenomena awal munculnya gas radon sebelum gempa besar (gempa Kobe).
Sementara soal fenomena cacing yang keluar akhir-akhir ini di Bantul, dia memperkirakan karena salah satunya perubahan kelembaban tanah dan suhu tanah. Perubahan cuaca dari hujan ke kemarau juga menyebabkan cacing bertingkah laku seperti itu.
"Ini kan perkiraan saya, perlu diteliti pakar biologi," kata Sunarno yang merupakan ahli perancangan instrumentasi untuk mitigasi bencana (gempa, tanah longsor, Merapi, dll) ini.
(nwy/nrl)











































