Meski Diislahkan JK, Nasib Golkar di Pilkada Belum 'Aman'

Jelang Pilkada Serentak

Meski Diislahkan JK, Nasib Golkar di Pilkada Belum 'Aman'

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 03 Jun 2015 11:22 WIB
Meski Diislahkan JK, Nasib Golkar di Pilkada Belum Aman
Ical, JK dan Agung Laksono sepakat islah terbatas. (foto-detikcom)
Jakarta - Dua kubu yang berseteru di Partai Golongan Karya memang telah diislahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pekan lalu di hadapan JK yang juga mantan Ketum Golkar, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) sepakat melakukan islah terbatas.

Islah terbatas dilakukan untuk menyelamatkan kader partai berlambang pohon beringin itu agar bisa ikut pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2015 nanti. Sementara pendaftaran calon kepala daerah akan dimulai pada 26 sampai 28 Juli bulan depan.

Namun rupanya islah terbatas yang diprakarsai JK belum membuat langkah Golkar ikut pilkada menjadi aman. Masih ada satu 'pekerjaan rumah' harus diselesaikan oleh kubu Agung dan Ical, yakni ketua umum dan sekretaris jenderal yang akan tanda tangan di surat pendaftaran calon kepala daerah dari Golkar.

"Ketua Umum dan Sekjen mana yang akan tanda tangan. Mereka (kubu Agung dan Ical) masih sama-sama ngotot," kata seorang politisi Partai Golkar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/6/2015).

Politisi yang tak mau namanya disebut itu mengatakan bahwa baik dari pihak Agung maupun Ical belum ada kata sepakat mengenai ketum dan sekjen yang akan tanda tangan.

Bendahara Umum Partai Golkar pimpinan Ical, Bambang Soesatyo, mengaku soal tanda tangan ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Bahkan dia menyebut dua poin dalam kesepakatan islah terbatas itu bisa jadi bom waktu.Β  (baca juga: Ini Poin Islah Golkar yang Disepakati Ical dan Agung).

"Bunyi pasal keempat dari kesepakatan islah itu hanya mengatakan usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Partai Golkar yang diakui oleh KPU. Jelas itu seperti bom waktu yang siap meledak pada saatnya nanti," kata Bendahara Umum Golkar Munas Bali Bambang Soesatyo kepada detikcom, Senin (1/6/2016) lalu.

Kemarin kubu Agung dan Ical menggelar acara partai di dua tempat terpisah. Agung cs menggelar Musyawarah Daerah di Bali, sedang kubu Ical menggelar rapat konsultasi di Hotel Sultan Jakarta tanpa mengundang kubu Agung.

"Tidak ada undangan. Terserah mereka mau bikin acara apa, kami juga sudah gelar Rapimnas. Kalau hari ini kami gelar Musda dan memilih pengurus baru karena yang lama sudah demisioner," kata Agung saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2015)



(Erwin Dariyanto/Nurul Hidayati)


Berita Terkait