Menurut pengamat sosial Azyumardi Azra, contoh sikap yang seolah bertolak belakang di antaranya berlaku sewenang-wenang dan menunjukkan sikap arogan. Hal tersebut disampaikan Azyumardi dalam seminar 'Paradigma Penegakan Hukum dan Keadilan dalam Perspektif Ilmu Kepolisian' di Auditorium STIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2015).
"Ada beberapa gejala pelanggaran prinsip dan etik Polri. Di antaranya perbuatan melampaui wewenang dalam prosedur penindakan, penyelidikan, penyidikan tersangka," jelas Azyumardi.
"Melakukan pengamanan terhadap personal atau kelompok tertentu yang tidak sesuai tugasnya. Serta menampilkan sikap yang arogan di mana publik akan berpersepsi bahwa anggota Polri tidak patuh pada hukum," lanjutnya.
Terkait hal tersebut, Polri harus melakukan sejumlah kemitraan dengan masyarakat. Salah satunya dengan memenangkan kepercayaan publik.
"Pertama bagaimana memenangkan trust, dukungan dan komitmen berbagai pemangku kepentingan publik seperti pemimpin politik, tokoh masyarakat, ormas, dan LSM," jelas Azyumardi.
"Polisi yang baik juga harus menampilkan kepribadian yang rendah hati, tidak 'mentang-mentang' dengan seragam yang dipakainya," imbuhnya.
(Rina Atriana/Prins David Saut)










































