Ryamizard: Saya Menunggu Saja

Soal Calon Panglima TNI

Ryamizard: Saya Menunggu Saja

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2005 11:24 WIB
Jakarta - Mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu menjadi calon panglima TNI bersama tiga kepala staf TNI yang baru. Terkait dengan ini, Ryamizard hanya bersikap menunggu saja. "Saya sih menunggu saja," kata Ryamizard kepada wartawan seusai menghadiri pelantikan tiga kepala staf TNI yang baru di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2005). Saat itu, Ryamizard ditanya tentang dirinya yang menjadi satu dari empat calon panglima TNI yang dikantongi presiden.Ryamizard, hanyalah satu-satunya dari tiga mantan kepala staf yang menjadi calon panglima TNI, karena hanya dirinya yang masih sebagai militer aktif. Mantan KSAU Marsekal Chappy Hakim dan mantan KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh sudah memasuki pensiun. Ryamizard memang relatif lebih muda dibanding dengan mantan KSAL dan KSAU. Ryamizard, kelahiran Palembang, 21 April 1950 itu lulusan AKABRI tahun 1974. Usianya kini belum genap 55 tahun.Ketiga calon panglima TNI yang lain adalah KSAD Letjen Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Slamet Soebijanto, dan KSAU Marsekal Madya Djoko Suyanto. Sementara itu, saat ditemui di tempat yang sama, KSAD Letjen TNI Djoko Santoso tidak mau menanggapi tentang calon panglima TNI itu. "Saya tidak berhak untuk menanggapinya, karena kewenangannya ada pada presiden," tegasnya. Sedangkan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto juga mengaku dirinya tidak memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi apa pun atau masukan kepada presiden untuk memilih salah satu di antara keempat calon panglima TNI tersebut. "Itu kewenangan presiden. Parlemen nanti juga tinggal menyetujui atau tidak pilihan presiden. Silakan presiden mau yang mana," ungkapnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads