Bush Desak Suriah Tarik Pasukan dari Libanon
Jumat, 18 Feb 2005 10:59 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat terus menekan Suriah. Presiden AS George W Bush mendesak Suriah untuk menarik mundur pasukannya dari wilayah Libanon. Seruan ini disampaikan Bush menyusul meninggalnya mantan Predana Menteri Libanon Rafik al-Hariri akibat serangan bom di Beirut. Demikian seperti diberitakan Reuters, Jumat (18/2/2005).Dikatakan pemimpin negara adikuasa itu, dirinya akan menggalang dukungan dari para pemimpin Eropa pekan depan untuk lebih melancarkan tekanan kepada pemerintah Suriah. "Suriah ketinggalan dengan kemajuan yang tengah dicapai dalam Timur Tengah umumnya," ujar Bush pada konferensi pers di Washington.Sebelumnya pejabat-pejabat AS mencurigai Suriah berada di balik pengeboman yang menewaskan Hariri. Namun Presiden Bush mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Suriah punya peran dalam pembunuhan Hariri. "Saya belum tahu, karena investigasi masih berlangsung," tuturnya. Pemerintah Suriah membantah keras tudingan keterlibatan pihaknya dalam kematian Hariri. Namun peristiwa ini telah memperburuk hukungan AS dengan Suriah.Bush berharap agar Suriah mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB 1559 yang dikeluarkan pada September 2004 lalu. Resolusi tersebut menyerukan penarikan mundur pasukan Suriah dari Libanon. Juga ditegaskan bahwa pemerintah Damaskus harus mengupayakan pemilu yang adil dan bebas di Libanon.
(ita/)











































