Para kader PDIP yang memiliki keahlian seni diperbolehkan untuk unjuk gigi atau berlatih di gedung berlantai 6 itu. Mereka dapat memamerkan tari-tarian, alat musik dan berbagai jenis kegiatan kesenian dan kebudayaan lain.
"Ketika membangun kami mengikuti tradisi kebudayaan dan kerja, agar tidak terjadi tindakan kekerasan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di gedung PDIP, Jl Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).
Salah satu kesenian yang siap ditampilkan adalah alat musik angklung. Alat musik itu didatangkan langsung dari daerah asalnya, Jawa Barat. Selain itu ada juga gamelan yang merupakan alat musik khas Jawa Tengah dan DIY.
Sementara itu, menurut Hasto, kantor lama PDIP yang terletak di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan masih akan tetap digunakan. Hanya saja, pemanfaatan kantor tersebut kini dialihkan.
"DPP sedang merencanakan membangun sekolah partai di Yogya dan Bali. Maka kantor Lenteng Agung akan dipakai badan-badan partai, badan penanggulangan bencana, badan litbang, badan pemenangan pemilu, juga sebagai pusat-pusat pelatihan," ujar Hasto
Termasuk, nantinya para calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada serentak 9 Desember mendatang akan diberi pelatihan dan pengarahan di gedung itu.
(Nur Khafifah/Ikhwanul Khabibi)











































